home icon
search icon
menu icon
Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi Universitas Sumatera Utara

Mahasiswa Inbound dan Outbound

Latar Belakang

Sejak ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), USU telah mencanangkan Rencana Jangka Panjang (RJP) USU 2015 – 2039 yang dibagi atas 5 (lima) tahapan Rencana Strategis lima tahunan atau Renstra. Pada saat ini USU baru saja menyelesaikan Renstra 2015-2019 Tahap I dimana desain ideal yang diharapkan bagi USU adalah “menjadi universitas nasional terkemuka dengan akreditasi tertinggi dan merintis pengakuan internasional”. Dalam memasuki Renstra 2020-2024 Tahap II terjadi perubahan pada desian ideal USU menjadi “Universitas berstandar internasional berciri keunggulan lokal”. Kriteria yang dijadikan tolak ukur keberhasilan universitas berstandar internasional adalah masuk dalam jajaran perguruan tinggi berkelas dunia (World Class University) atau disingkat WCU. Indikator yang menjadi acuan adalah masuknya USU dalam Top 500 World University Rank (WUR) yang umum digunakan yaitu versi Quacquarelli Symonds atau disingkat QS dan nama peringkatnya disingkat dengan QS-WUR. Renstra Tahap II 2020-2024 mengarahkan USU masuk dalam jajaran World Class University atau masuk dalam jajaran Top 500 QS-World University Rank (WUR). Hal ini sejalan dengan target Renstra Kemendikbud 2020 – 2024 dengan salah satu targetnya menjadikan 6 (enam) Perguruan Tinggi dari Indonesia masuk dalam jajaran Top 500 QS- WUR pada akhir tahun 2024. Untuk memenuhi target ini, Kemendikbud telah mempersiapkan 16 PTN di Indonesia untuk masuk dalam jajaran universitas yang akan memenuhi target masuk Top 500 QS-WUR. Hal ini menunjukkan adanya keselarasan antara target perencanaan di USU dan target Kemendikbud 2020 – 2024. Atas dasar ini USU telah mengembangkan serangkaian program penguatan Tridharma yang bertujuan untuk melakukan percepatan internasionalisasi menuju Universitas Kelas Dunia, salah satunya adalah mengarahkan capaian kinerja sesuai dengan parameter penilaian pada QS Ranking.
Salah satu parameter penilaian QS Ranking adalah Internationalization. Indikator yang menajdi penilaian adalah jumlah mahasiswa dan staf pengajar asing yang beraktifitas pada suatu universitas serta jumlah mahasiswa dan dosen universitas tersebut yang beraktifitas pada institusi di luar negeri. Skor Internationalization USU masih belum optimal. Artinya USU harus berbenah mengembangkan program yang bertujuan untuk meningkatkan datangnya mahasiswa dan dosen asing ke USU serta juga meningkatkan pastisipasi dosen dan mahasiswa USU untuk beraktifitas di institusi/universitas di luar negeri. Internationalisasi kemudian dibagi menjadi 2 (dua) kegiatan yang bersifat Inbound (masuknya dosen dan mahasiswa asing) dan Outbound (dosen dan mahasiswa USU yang beraktifitas di luar negeri), di samping program pertukaran yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seperti program pertukaran IISMA dan Staff Mobility. Sejalan dengan itu, USU telah mengembangkan beberapa kegiatan yang bersifat
outbound bagi dosen dan mahasiswa seperti pertukaran mahasiswa dan dosen (staff/students exchange), proyek kemanusiaan, sabbatical leave, dan lainnya. USU juga mengembangkan dan mencanangkan serangkaian kegiatan bagi dosen dan mahasiswa
asing untuk datang ke USU (inbound program) seperti summer course, team teaching, guest lecture, top scientist, post doc, dan lainnya. Program pertukaran staff/mahasiswa (staff/student mobility) sangat perlu dikembangkan karena akan meningkatkan internasionalisasi sekaligus meningkatkan atfmosfer pembelajaran di USU. Kegiatan ini juga berdampak langsung dalam meningkatkan reputasi USU sebagai universitas kelas dunia berciri keunggulan lokal.
Dalam rangka mendukung sepenuhnya Program Internasionalisasi tersebut, Universitas Sumatera Utara (USU) mengambil langkah progresif untuk eskalasi pembelajaran lintas budaya dan pengembangan keterampilan mahasiswa. Sebagai bentuk perwujudan nyata dari semangat “Transformation Toward the Ultimate”. Landasan filosofis ini diharapkan dapat dijadikan salah satu strategi dalam memperkuat kerja sama akademik internasional di bidang pendidikan seperti pertukaran mahasiswa (Student Exchange) baik itu inbound maupun outbound.
Aktivitas inbound dan outbound juga merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan global. Keberagaman budaya, pertukaran pengetahuan, dan keterampilan lintas budaya menjadi elemen penting dalam menjadikan mahasiswa menjadi agen perubahan yang berwawasan global. Student Exchange baik yang inbound maupun yang outbound muncul sebagai inisiatif yang bertujuan memperluas horison akademik dan pengalaman belajar mahasiswa.

Mekanisme dan Prosedur

Untuk informasi lebih lengkap, silakan lihat panduan melalui tautan berikut:
http://tiny.cc/Inbound-OutboundProgramme

Tujuan Program

Penyelenggaraan kegiatan pertukaran mahasiswa inbound dan outbound ini bertujuan untuk:
1) Memberikan pengalaman kepada mahasiswa tentang proses pembelajaran di luar institusi/universitasnya (experiential learning) yang dapat mengasah keterampilan teknis terkait keilmuan (hard skills) berupa penyelesaian berbagai permasalahan di dunia industri (complex problem solving), keterampilan melakukan analisis (analytical skills), serta kemampuan dan keterampilan lainnya yang bersifat multikultural yang dapat membuka wawasan tentang pendekatan pembelajaran, metode pengajaran, dan fokus penelitian yang berbeda dari negara yang berbeda;
2) Mengembangkan kemahiran berbahasa asing dan berbahasa lokal untuk meningkatkan kemampuan berinteraksi dalam lingkungan multibahasa dan multikultural untuk membekali mahasiswa pada studi lanjut, karir, dan interaksi global;
3) Meningkatkan potensi untuk studi mata pelajaran khusus yang mendukung minat akademik atau karir mahasiswa;
4) Mengembangkan keterampilan antarbudaya melalui interaksi dengan mahasiswa dan dosen dari budaya yang berbeda untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang keragaman budaya dan meningkatkan keterampilan komunikasi lintas budaya;
5) Membangun networking internasional yang dapat bermanfaat untuk studi lanjut, penelitian bersama, atau peluang karir di masa depan;
6) Meningkatkan sistem pengajaran dan atmosfer keilmuan pada host university dan home university;
7) Meningkatkan internasionalisasi masing-masing institusi yang bermitra;
8) Meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui penguatan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif masing-masing perguruan tinggi;
9) Mengurangi disparitas pendidikan antar perguruan tinggi di dalam dan di luar negeri.

Kontak

e-mail

ditkg@usu.ac.id

telpon

DEWINTHA: +62 852-6286-6899