Latar Belakang
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya international partnership dari Universitas Sumatera Utara (USU) dengan Perguruan Tinggi (PT) terbaik dunia. Strategi yang dirumuskan pada analisis SWOT adalah Pengembangan World Class Research berbasis keunggulan dan kearifan lokal dengan bertemakan TALENTA. Program International Mobility Staff (IMS) ini dimaksudkan untuk memfasilitasi dan memberikan peluang bagi Dosen dan Staf USU untuk berkolaborasi dengan world class researchers. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan piranti kunci dalam kemajuan negara dan universitas. SDM yang berkualitas dan berdaya saing sangat penting untuk ditingkatkan, sehingga dimasukkan dalam salah satu agenda
pembangunan nasional pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN IV 2020-2024).
Agenda ini juga sejalan dengan arah kebijakan ke-3, strategi ke-10 dan program kerja ke-38 Universitas Sumatera Utara (USU) dalam Renstra USU 2020-2024 yaitu Meningkatkan Kualitas SDM. Indonesia melalui Perguruan Tinggi (PT) mampu mempersiapkan SDM yang berdaya saing tinggi. Penyiapan SDM seperti ini dapat dilakukan melalui pendidikan yang bermutu dan berorientasi internasional agar dapat berperan dalam Asean Economic Community (AEC) dan pasar global. Peningkatan produktivitas SDM yang unggul dan kompetitif hanya dapat dicapai dengan upaya serius dalam memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasiskan budaya adiluhung bangsa.
Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas pendidikan tinggi sangat ditentukan oleh ketersediaan dosen/tendik yang berkualitas. Oleh karena itu, peningkatan kualitas dosen/tendik perlu dilakukan secara terprogram dan berkesinambungan, bukan saja terhadap para dosen/tendik baru, namun juga terhadap para dosen/tendik senior. Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dengan jelas menyatakan dua hal yang sangat penting, yaitu:
(1) dosen berkewajiban meningkatkan dan mengembangkan kompetensinya secara terus menerus; dan (2) dosen berhak memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, mendapatkan akses ke sumber belajar, informasi, sarana dan prasarana pembelajaran, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Hal ini berarti bahwa jabatan akademik Profesor dan gelar Doktor bukan akhir untuk proses belajar. Dosen/tendik yang bertugas untuk menumbuhkembangkan paradigma lifelong learning (pembelajar sepanjang hayat), maka dosen/tendik harusterlebih dahulu menjadi lifelong learner (pembelajar sepanjang hayat). Perlu adanya wadah bagi dosen/tendik yang disibukkan dengan kegiatan di kampus, untuk memperbarui bidang keilmuan yang ditekuni.
Dengan dicanangkan Kampus Merdeka dalam pendidikan tinggi Indonesia, program International Mobilioty Staff (IMS) dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi para dosen/tendik untuk melakukan jejaring kerjasama dengan mitra internasionalnya yang
berada di peguruan tinggi, lembaga penelitian maupun industri/perusahaan. Para dosen/tendik diharapkan juga akan memiliki pengalaman dunia nyata dan berbagi keilmuan dengan dunia kerja dan industri sehingga mengasah reputasi dengan melakukan magang atau bekerja di perusahaan internasional terkait. Akhirnya kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Tim Penyusun dan semua pihak yang telah melakukan berbagai upaya sehingga memungkinkan pedoman ini terwujud.
Mekanisme dan Prosedur
Untuk informasi lebih lengkap, silakan lihat panduan melalui tautan berikut:
http://tiny.cc/InternationalMobilityStaf
Tujuan Program
1. Meningkatkan kapasitas dosen melalui kegiatan non degree training.
2. Meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan melalui kegiatan Internship.
3. Memperluas jaringan kerjasama (networking) Internasional melalui kegiataninternational faculty exchange.
telpon
FIZA : +6285155108838