home icon
search icon
menu icon

USU Ambil Peran dalam Konferensi Internasional di Pakistan

Dipublish Pada

12 Mei 2026

Dipublish Oleh

Sulisintia Harahap

USU memperkuat peran akademik globalnya melalui partisipasi dalam konferensi internasional di Pakistan yang membahas kesehatan, gender, keberlanjutan iklim, serta kolaborasi untuk pembangunan berkelanjutan.

Dorong Isu Keberlanjutan Global, USU Ambil Peran dalam Konferensi Internasional di Pakistan

 

LAHORE, Pakistan – Universitas Sumatera Utara (USU) memperkuat implementasi kerja sama internasional dengan University of the Punjab, Pakistan melalui penyelenggaraan International Conference on “Lifestyle Challenges and Strategies for Health, Gender and Climate Sustainability” pada 7 Mei 2026.

 

 

Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh Institute of Social and Cultural Studies (ISCS), University of the Punjab, Pakistan sebagai tuan rumah, bekerja sama dengan World University Association for Community Development (WUACD), Universitas Airlangga, dan Universitas Sumatera Utara sebagai co-host dari Indonesia.

 

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara University of the Punjab dan Universitas Sumatera Utara yang telah ditandatangani pada 26 Januari 2025 dan undangan COMSTECH Consortium of Excellence Annual Meeting.

 

Melalui konferensi ini, USU menegaskan komitmennya untuk memperluas kolaborasi akademik internasional, khususnya dalam pengembangan riset, pertukaran keilmuan, dan penguatan kontribusi perguruan tinggi terhadap isu-isu global yang berdampak langsung pada masyarakat.

 

Konferensi tersebut menghadirkan akademisi, pembuat kebijakan, peneliti, praktisi, serta delegasi internasional untuk membahas berbagai tantangan kontemporer, terutama terkait kesehatan, kesetaraan gender, perubahan iklim, gaya hidup berkelanjutan, dan pembangunan masyarakat. Forum ini juga menjadi ruang dialog akademik dan kebijakan antara Indonesia dan Pakistan dalam merumuskan strategi kolaboratif berbasis ilmu pengetahuan.

 

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Pakistan dan Indonesia. Direktur ISCS, Prof. Dr. Farhan Navid Yousaf, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pendekatan kolektif dan berbasis bukti ilmiah untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

 

Sementara itu, Vice Chancellor sekaligus Patron-in-Chief konferensi, Prof. Dr. Muhammad Ali, menekankan bahwa isu perubahan iklim, kerentanan kesehatan, dan ketimpangan gender membutuhkan respons lintas disiplin serta kerja sama internasional yang terkoordinasi. Ia juga mengapresiasi keterlibatan institusi pendidikan tinggi dari Indonesia dalam memperluas kolaborasi akademik yang berdampak.

Dari Universitas Sumatera Utara, sejumlah akademisi turut berpartisipasi aktif dalam konferensi tersebut, di antaranya Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe dan Dr. Meutia Nauly. Kehadiran USU dalam forum ini memperkuat posisi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun jejaring global, tidak hanya melalui kerja sama kelembagaan, tetapi juga melalui kontribusi akademik pada isu-isu pembangunan berkelanjutan.

 

 

Dalam sesi panel tingkat tinggi yang dipimpin oleh Ms. Uzma Kardar, Member Punjab Provincial Assembly, para pembicara membahas isu gaya hidup berkelanjutan, tata kelola lingkungan, keadilan iklim, serta kebijakan publik yang responsif gender. Panel tersebut menghadirkan Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Muhammad Muttaqien dari Universitas Airlangga, Prof. Dr. Abdul Qadir dari University of the Punjab, Prof. Dr. Muhammad Aziz Rahman dari WUACD, Mr. Syed Kausar Abbas, dan Mr. Salman Abid.

 

 

Dalam pernyataannya, Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong lahirnya solusi berkelanjutan yang berpihak pada masyarakat.

 

 

“Kolaborasi antara Universitas Sumatera Utara dan University of the Punjab tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi harus diwujudkan melalui kegiatan akademik yang produktif dan berdampak. Konferensi ini menjadi ruang penting bagi para akademisi untuk bertukar gagasan, memperkuat riset kolaboratif, serta merumuskan strategi yang relevan dalam menghadapi tantangan kesehatan, gender, dan keberlanjutan iklim,” ujar Prof. Ritha.

 

Konferensi ini turut menghadirkan sejumlah sesi akademik paralel yang dipimpin oleh akademisi dari Indonesia dan Pakistan, antara lain Dr. Sudarso, Dr. Muhammad Saud, Dr. Meutia Nauly, Dr. Reisya Ichwani, dan Prof. Dr. Ahmed Usman. Para peneliti dari Afrika, Asia Selatan, dan Asia Tenggara mempresentasikan makalah ilmiah mengenai ketahanan iklim, keadilan lingkungan, kewirausahaan berkelanjutan, sistem pengetahuan lokal, inovasi teknologi, serta tantangan kesehatan masyarakat di kawasan Global South.

 

Sesi penutupan yang dimoderatori oleh Dr. Rahla Rahat diisi dengan sambutan dan ucapan terima kasih dari Prof. Dr. Ahmed Usman dan Dr. Muhammad Muttaqien. Turut hadir dalam penutupan tersebut Ms. Kanwal Pervaiz Ch, Member Punjab Provincial Assembly, yang berinteraksi langsung dengan mahasiswa dan para delegasi.

 

Konferensi ditutup dengan penyerahan penghargaan dan sesi jejaring akademik. Melalui kegiatan ini, USU menegaskan bahwa kerja sama internasional harus diarahkan pada penguatan riset kolaboratif, pertukaran akademik, serta kontribusi nyata terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.

 

Ke depan, kolaborasi antara Universitas Sumatera Utara dan University of the Punjab diharapkan terus berkembang melalui program riset bersama, publikasi ilmiah, mobilitas dosen dan mahasiswa, serta kegiatan pengabdian masyarakat lintas negara yang memberikan dampak praktis bagi masyarakat Indonesia dan Pakistan.

 

 

Berita