Peringatan Hari Anak Nasional tersebut dirancang sebagai gerakan sosial yang inklusif dan bermartabat dengan menghadirkan berbagai layanan gratis bagi anak. Rangkaian kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi, deteksi dini autisme, layanan potong rambut, edukasi perlindungan anak, senam pagi, fun walk, panggung hiburan, serta berbagai kegiatan ekspresi dan kreativitas anak.

USU berpartisipasi melalui Fakultas Psikologi dengan memberikan layanan dan dukungan psikologis bagi anak-anak peserta. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi keilmuan USU dalam mendukung kesehatan mental, rasa aman, kepercayaan diri, serta tumbuh kembang anak secara optimal.

Dari USU, kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi, Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlan, DAP&E, MPH., Sp.Park, dan Manajer Kerja Sama, Amalia Meutia, M.Psi., Psikolog. Sementara itu, Lions Club Internasional diwakili oleh Gubernur Distrik 307-A2, Jones Tjiunardi.

Momentum Hari Anak Nasional tersebut juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding antara USU dan Lions Club. Kesepahaman tersebut menjadi landasan bagi pengembangan kerja sama dalam bidang pendidikan, kesehatan, pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan kelompok rentan, serta berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi USU, Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlan, DAP&E, MPH., Sp.Park, mengatakan bahwa perlindungan dan pemenuhan hak anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Persoalan anak tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja, sehingga dibutuhkan kemitraan antara perguruan tinggi, organisasi sosial, pemerintah, dunia usaha, tenaga profesional, dan masyarakat. Melalui penandatanganan MoU ini, USU berharap kolaborasi dengan Lions Club tidak berhenti pada peringatan Hari Anak Nasional, tetapi berkembang menjadi program yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi implementasi nyata SDG 2 melalui pemenuhan gizi anak, SDG 3 melalui layanan kesehatan dan dukungan psikologis, SDG 4 melalui edukasi, SDG 10 melalui akses yang setara bagi anak-anak dari kelompok rentan, SDG 16 melalui penguatan perlindungan anak dari kekerasan, serta SDG 17 melalui kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Dewi.

Gubernur Lions Club Distrik 307-A2, Jones Tjiunardi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap anak-anak yang masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh layanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, serta kesempatan untuk berekspresi.

“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh dengan sehat, aman, bahagia, dan memperoleh kesempatan yang baik untuk masa depannya. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pelayanan nyata sekaligus memastikan bahwa anak-anak dari kelompok rentan merasa diperhatikan, dihargai, dan tidak berjalan sendiri,” ujar Jones.

Ia juga menyambut baik penandatanganan MoU antara Lions Club dan USU sebagai langkah untuk memperluas jangkauan serta keberlanjutan program sosial.

“Kami mengapresiasi dukungan Universitas Sumatera Utara dalam memberikan dukungan keilmuan dan profesional. Kami berharap kerja sama ini dapat melahirkan lebih banyak program yang berdampak, tidak hanya bagi anak-anak, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat secara lebih luas,” tambahnya.

Kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen USU dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui penguatan kesehatan dan kesejahteraan anak, pendidikan yang inklusif, pengurangan kesenjangan, perlindungan kelompok rentan, serta kolaborasi lintas sektor.