USU Ambil Peran dalam Konferensi Internasional di Pakistan
USU Dorong Kepemimpinan Lokal Berbasis Ketahanan Bencana melalui International Summer Course
Majoris Asset Management Salurkan Dukungan Kemanusiaan melalui USU Peduli
25 Februari 2026
Sulisintia Harahap
Pertemuan ini dipimpin oleh Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., dan dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global Dr. Arif Nuryawan, M.Hut., Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) Mohammad Andri Budiman, Wakil Dekan III Fasilkom-TI, Prof. Dr. Romi Fadillah Rahmat, B.Comp.Sc., M.Sc., Manajer Pengembangan Jasa Pendidikan, Pauzi Ibrahim Nainggolan, serta jajaran BBLSDM Komdigi Medan.
Dari pihak BBLSDM Komdigi Medan, hadir Darliandra selaku Ketua Tim Pengembangan SDM, Widia Apri Putri selaku Pranata Komputer, serta perwakilan lainnya. Audiensi ini merupakan tindak lanjut atas surat permohonan resmi yang disampaikan oleh BBLSDM Komdigi Medan terkait penjajakan kolaborasi pengembangan talenta digital, khususnya di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Dalam sambutannya, Prof. Himsar Ambarita menyampaikan bahwa USU menyambut baik inisiatif kolaborasi yang berorientasi pada penguatan kapasitas mahasiswa di bidang teknologi strategis. Menurutnya, perkembangan AI saat ini menuntut perguruan tinggi untuk adaptif dan responsif terhadap kebutuhan industri serta kebijakan nasional di sektor transformasi digital. “Program seperti AI Talent Factory ini sejalan dengan komitmen USU dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi praktis dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, pihak BBLSDM Komdigi Medan menjelaskan bahwa Program AI Talent Factory dirancang untuk membangun ekosistem pengembangan talenta AI secara terstruktur. Program ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain membangun ekosistem kolaboratif antara pemerintah dan perguruan tinggi, mencetak talenta AI yang kompeten, menghasilkan solusi berbasis kecerdasan artifisial, serta memberikan pengalaman nyata dan kontribusi langsung kepada peserta. Selain itu, program ini juga menekankan aspek kuantitas dan kualitas lulusan yang dihasilkan.
Peserta program direncanakan berasal dari mahasiswa aktif jenjang S1 dan S2 yang memiliki minat dan kapasitas di bidang AI. Pelaksanaan program akan disesuaikan dengan kalender akademik kampus, baik pada semester ganjil maupun genap, sehingga tidak mengganggu proses perkuliahan utama mahasiswa.
Pertemuan ini juga membahas peluang integrasi program AI Talent Factory ke dalam skema akademik dan kegiatan kemahasiswaan di USU, termasuk kemungkinan sinergi dengan Fasilkom-TI sebagai salah satu fakultas yang memiliki kompetensi inti di bidang teknologi informasi. Para peserta audiensi juga menyoroti pentingnya kurikulum berbasis proyek (project-based learning) agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menghasilkan prototipe dan solusi konkret yang dapat diimplementasikan.
Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) Mohammad Andri Budiman menyampaikan ketertarikan dalam pelaksanaan program ini khususnya di Fasilkom-TI. “Program ini menarik dan sangat dibutuhkan oleh mahasiswa khususnya di Fasilkom-TI, namun karena ini sedang masa magang mereka, jadi kemungkinan program ini dapat dimulai di tahun depan.”