home icon
search icon
menu icon

USU dan Jagatara Jajaki Kerja Sama Strategis Percepatan Sertifikasi Halal Nasional

Dipublish Pada

21 April 2026

Dipublish Oleh

Sulisintia Harahap

Medan, 20 April 2026 — Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar rapat koordinasi dengan Jagatara dalam rangka membahas rencana pembentukan kerja sama strategis untuk mendukung percepatan sertifikasi halal nasional. Pertemuan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem halal.

Medan, 20 April 2026 — Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar rapat koordinasi dengan Jagatara dalam rangka membahas rencana pembentukan kerja sama strategis untuk mendukung percepatan sertifikasi halal nasional. Pertemuan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem halal.

Dari pihak Jagatara, rapat dihadiri oleh Direktur Operasional LPH NF Jagatara, Mujianto Wiji, Ketua Umum Asosiasi Pendamping Halal Indonesia, Subhan Wijaya, serta Ketua Umum Jagatara, Edy Koesriadi. Sementara itu, dari pihak USU hadir Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi, Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlan, DAP&E., MPH., Sp.Park, Ketua Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) USU, Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, M.Si, serta Sekretaris LPH USU, Dr. Irwana Nainggolan, M.Sc.

 

 

 

Audiensi ini secara khusus membahas rencana pembentukan perjanjian kerja sama antara Jagatara dan USU dalam mendukung proses sertifikasi halal melalui Pusat Studi Halal Jagatara. Diskusi juga mencakup peluang kolaborasi dalam layanan laboratorium dan inspeksi produk halal, seiring dengan peran Jagatara yang saat ini sebagai pendamping halal dan bertransformasi menuju pengawas halal.

 

Dalam pertemuan tersebut, turut disampaikan target pemerintah untuk sertifikasi halal sebanyak 3,5 juta pelaku usaha dan 10 juta produk pada tahun 2026. Jagatara sendiri menargetkan mampu menangani hingga 300.000 sertifikasi, sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Pembahasan juga mencakup rencana pembentukan kemitraan laboratorium, pelatihan auditor halal, serta pengembangan kerja sama yang lebih luas dalam peningkatan kapasitas dan riset akademik. Selain itu, peluang kolaborasi lintas lembaga antara Jagatara, Asosiasi Pendamping Halal Indonesia, dan Pusat Studi Halal USU juga menjadi fokus utama dalam memperkuat ekosistem halal.

 

Sebagai tindak lanjut, pihak USU akan berkoordinasi dengan Laboratorium Terpadu USU untuk mengeksplorasi potensi kerja sama pengujian produk halal, sekaligus membahas lebih lanjut mekanisme teknis kolaborasi laboratorium dengan Jagatara. Seluruh pihak juga sepakat untuk menjadwalkan pertemuan lanjutan guna membahas secara rinci implementasi kerja sama, termasuk penggunaan laboratorium, berbagi auditor, serta operasionalisasi Nota Kesepahaman (MoU).

 

Selain itu, dibahas pula rencana kegiatan bersama dalam rangka kampanye wajib halal yang dijadwalkan pada Oktober 2026, termasuk koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Sumatera Utara.

 

Ketua Umum Jagatara, Edy Koesriadi, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mencapai target sertifikasi halal nasional.

 

“Kami melihat Universitas Sumatera Utara memiliki potensi yang sangat kuat, khususnya melalui Pusat Studi Halal dan dukungan laboratorium yang dimiliki. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses sertifikasi halal, sejalan dengan target pemerintah pada tahun 2026. Jagatara sendiri siap bertransformasi dari pendamping halal menjadi pengawas halal, dan kemitraan dengan USU menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas tersebut,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemeriksa Halal USU, Prof. Dr. Ir. Elisa Julianti, menekankan komitmen USU dalam mendukung percepatan sertifikasi halal melalui penguatan kapasitas dan riset.

 

“USU menyambut baik inisiatif kerja sama ini sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung percepatan sertifikasi halal nasional. Ke depan, kami akan mengoptimalkan potensi Laboratorium Terpadu USU untuk mendukung pengujian produk halal serta memperkuat pelatihan auditor halal dan riset akademik,” ujarnya.

 

 

Berita