Kerja sama akademik yang dibahas mencakup bidang penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan akademik lainnya. “Kami melihat adanya potensi besar untuk memperkuat kolaborasi antar universitas, khususnya dalam hal pertukaran pengetahuan dan penelitian lintas budaya,” ujar Prof. Poppy dalam pertemuan tersebut.
Pada pukul 14.00 WIB, kedua akademisi berbagi pengetahuan dalam kuliah umum bertema “Digital Nomads and Citizenship”. Acara yang diselenggarakan di Ruang Senat Akademik USU ini dihadiri oleh peserta terbatas dari Dewan Guru Besar USU. Kuliah umum ini membahas fenomena digital nomad dan konsep kewarganegaraan dalam konteks globalisasi dan digitalisasi, serta implikasinya bagi mobilitas dan identitas masyarakat modern.

Sebelumnya, pada Kamis (19/09/2024), Erhan Dogan juga telah memberikan kuliah umum bertajuk “Secularism in Turkey” di Program Studi Sastra Arab. Dalam materinya, Erhan Dogan mengupas sejarah dan perkembangan sekularisme di Turki serta pengaruhnya dalam kehidupan politik dan sosial di negara tersebut. Di waktu yang sama, Jirayudh Shintuphan memberikan kuliah umum di Program Studi Sejarah dengan topik “Thai Traditional Culture in World Culture Influences”, di mana ia membahas bagaimana budaya tradisional Thailand berinteraksi dan beradaptasi dengan pengaruh budaya global.

Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan akademik antara USU dengan universitas-universitas internasional, serta memperkaya wawasan para mahasiswa dan akademisi USU mengenai berbagai isu global.