USU Ambil Peran dalam Konferensi Internasional di Pakistan
USU Dorong Kepemimpinan Lokal Berbasis Ketahanan Bencana melalui International Summer Course
Majoris Asset Management Salurkan Dukungan Kemanusiaan melalui USU Peduli
16 April 2026
Sulisintia Harahap
Medan, 10 April 2026 — Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi menerima audiensi dari Yayasan Pendidikan Marsipatiru Hutanabe dalam rangka membahas peluang kerja sama strategis di bidang pendidikan, khususnya peningkatan akses siswa ke perguruan tinggi serta pengembangan kolaborasi akademik.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Equity, Gedung Rektorat USU Lantai 3 ini dihadiri oleh Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi USU, Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlan, DAP&E., MPH., Sp.Park, bersama Manager Kerja Sama, Amalia Meutia, M.Psi., Psikolog. Sementara itu, pihak Yayasan Pendidikan Marsipatiru Hutanabe diwakili oleh Ketua Umum, Ir. H. Kumala Siregar beserta jajaran, serta Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Plus Sipirok, Akhiruddin Halomoan Harahap, S.Sos., M.Pd.
Audiensi ini membahas berbagai peluang kerja sama antara USU dan SMA Negeri 2 Plus Sipirok, khususnya dalam meningkatkan jumlah lulusan yang melanjutkan studi ke USU. Dalam diskusi terungkap bahwa minat siswa SMA Negeri 2 Plus Sipirok untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Sumatera Utara sangat tinggi. Oleh karena itu, pihak sekolah berharap dapat memperoleh informasi dan strategi yang tepat agar siswa memiliki peluang lebih besar untuk diterima di USU.
Sebagai tindak lanjut, diusulkan pelaksanaan kegiatan sosialisasi terkait jalur masuk dan strategi penerimaan mahasiswa baru di USU. Informasi terkait jadwal dan mekanisme pendaftaran telah tersedia secara resmi melalui laman penerimaan USU.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat tujuh siswa SMA Negeri 2 Plus Sipirok yang berhasil diterima di Universitas Sumatera Utara melalui jalur undangan, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi indikator positif sekaligus motivasi untuk terus memperkuat pembinaan akademik siswa.
Selain itu, peluang kerja sama juga dibahas dalam bidang penelitian. Lokasi SMA Negeri 2 Plus Sipirok yang strategis dengan potensi hutan di sekitarnya dinilai sangat mendukung pengembangan riset, khususnya di bidang kehutanan dan pertanian. Saat ini, kerja sama penelitian telah mulai direalisasikan oleh Fakultas Farmasi USU. Ke depan, diharapkan dapat diperluas melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk mendorong percepatan perpanjangan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar penguatan kerja sama yang lebih berkelanjutan.
Direktur Direktorat Kerja Sama dan Internasionalisasi USU, Prof. Dr. dr. Dewi Masyithah Darlan, menyampaikan bahwa USU sangat terbuka dalam mendukung sekolah-sekolah mitra untuk meningkatkan kualitas dan kesiapan siswa melanjutkan pendidikan tinggi.
“USU menyambut baik antusiasme siswa SMA Negeri 2 Plus Sipirok. Kami siap mendukung melalui program sosialisasi agar siswa mendapatkan pemahaman yang komprehensif mengenai jalur masuk dan strategi yang tepat untuk dapat diterima di USU. Selain itu, potensi kerja sama riset yang dimiliki juga menjadi peluang besar untuk dikembangkan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pendidikan Marsipatiru Hutanabe, Ir. H. Kumala Siregar, menyampaikan harapannya agar kerja sama dengan USU dapat terus diperkuat, baik dalam aspek pendidikan maupun penelitian.
“Kami melihat USU sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan kami. Tingginya minat siswa untuk melanjutkan studi ke USU menjadi motivasi bagi kami untuk terus membina mereka dengan lebih baik. Kami juga berharap kerja sama dapat diperluas, termasuk dalam bidang penelitian yang memanfaatkan potensi lingkungan di Sipirok,” ungkapnya.
Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih erat antara Universitas Sumatera Utara dan Yayasan Pendidikan Marsipatiru Hutanabe dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan riset, serta membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi yang berkualitas.