Dalam sambutannya, Prof. Poppy mengungkapkan apresiasinya terhadap Universitas Brawijaya yang bermaksud untuk belajar dari pengalaman USU. “Kami merasa terhormat dengan kunjungan Universitas Brawijaya, meskipun secara peringkat internasional Universitas Brawijaya lebih unggul, tapi tetap terbuka untuk belajar dari kami,” ujar Prof. Poppy.

Kunjungan ini bertujuan untuk berbagi informasi terkait perkembangan masing-masing universitas dalam upaya mencapai predikat World Class University (WCU). Rombongan dari Universitas Brawijaya, yang terdiri dari 12 pejabat termasuk Wakil Rektor, hadir untuk mendiskusikan rencana, upaya, dan tantangan yang dihadapi dalam memenuhi target WCU.
Selama pertemuan, USU menayangkan video profil universitas untuk memperkenalkan perkembangan, peningkatan ranking, serta kemajuan program yang telah dicapai. Diskusi berlangsung aktif, dengan kedua belah pihak saling bertukar informasi dan mengidentifikasi strategi yang dapat diadopsi untuk meningkatkan peringkat di tingkat nasional dan internasional.

Prof. Imam Santoso mengapresiasi sambutan hangat dari USU dan berharap pertemuan ini dapat memperkuat hubungan dan kerja sama antar kedua universitas. “Pertemuan ini sangat berharga bagi kami. Kami berharap, kita dapat saling mendukung kemajuan universitas untuk menjadi yang terbaik,” kata Prof. Imam Santoso.
Temu ramah ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi kedua belah pihak, tetapi juga mempererat hubungan dan kerja sama antar universitas. “USU juga siap untuk mendukung dan bekerjasama dengan Universitas Brawijaya dalam meningkatkan capaian-capaian dalam bidang pendidikan dan penelitian,” tambah Prof. Himsar.

Melalui pertemuan ini, diharapkan USU dan Universitas Brawijaya dapat saling belajar dan bekerja sama lebih erat dalam menghadapi tantangan dan meraih prestasi yang lebih tinggi baik dalam peringkat nasional maupun internasional. “Kami berharap hubungan baik ini terus berlanjut dan membawa manfaat besar bagi kedua universitas sehingga kita dapat meningkatkan academic reputation di level internasional,” pungkas Prof. Poppy.
(Penulis: Sulisintia Harahap)