home icon
search icon
menu icon

Sosialisasi SDGs USU: Mengoptimalkan Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Berkelanjutan

Dipublish Pada

20 Februari 2025

Dipublish Oleh

Sulisintia Harahap

Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Sosialisasi Sustainable Development Goals (SDGs) selama dua hari, pada Selasa-Rabu (18-9/02/2025) di Digital Learning Center Building (DLCB) USU. Sosialisasi bertajuk “Empowering Change Through Universities: Enhancing Awareness and Knowledge on Sustainable Development Goals (SDGs) to Drive Global Impact” ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si dan dihadiri oleh Wakil Rektor I USU, Sekretaris Universitas, serta para dekan dan akademisi yang berperan dalam implementasi SDGs di lingkungan kampus.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si., menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian SDGs. “Sebagai institusi pendidikan, kita harus berkontribusi dalam mendorong dan mendukung SDGs, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi sirkuler,” ujarnya. Beliau juga menegaskan bahwa SDGs harus diintegrasikan dalam penelitian, pengabdian masyarakat, dan berbagai program akademik untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

 

 

Acara ini menghadirkan beberapa narasumber dengan materi yang berfokus pada strategi implementasi SDGs di lingkungan akademik. Dr. Djonet Santoso, MA., SDGs Expert dari Japan International Cooperation Agency (JICA), memaparkan konsep System Thinking dalam SDGs. Ia menjelaskan bahwa pembangunan berkelanjutan harus memperhitungkan keseimbangan antara kepentingan lingkungan dan pembangunan ekonomi, dengan green economy sebagai jalan tengah. Pembangunan berkelanjutan harus mampu memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak generasi mendatang, dengan fokus pada empat pilar utama, yaitu sosial, ekonomi, lingkungan, dan tata kelola (governance).

 

 

Selanjutnya, Bayu Ari Fianto, S.E., M.B.A., Ph.D., dari Universitas Airlangga, menyoroti strategi dalam implementasi SDGs di perguruan tinggi. Ia mengungkapkan bahwa banyak universitas, termasuk USU, telah berkontribusi dalam pencapaian SDGs, namun pencatatan dan pelaporannya masih perlu diperbaiki. “USU sebenarnya sudah banyak pahalanya, hanya saja dokumentasinya masih kurang. Setiap fakultas harus berkontribusi dengan kegiatan berdampak SDGs yang kemudian dipilih dan dilaporkan dalam SDGs report. Kegiatan ini juga perlu diunggah di website dengan narasi yang jelas dan didukung oleh dokumentasi foto,” jelasnya. Ia juga membagikan pengalaman UNAIR yang aktif menggelar berbagai program SDGs, seperti seminar, festival SDGs, call for paper, talk show, serta kompetisi film pendek bertema SDGs untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi sivitas akademika.

 

Dr. Wahyu Ario Pratomo, S.E., M.Ec., Ketua SDGs Center USU, menjelaskan lebih lanjut tentang peran USU dalam pencapaian SDGs. Menurutnya, pemilihan kata kunci (keyword) dalam narasi SDGs sangat penting agar dapat dikenali oleh sistem berbasis kecerdasan buatan. Ia juga menegaskan bahwa dalam penerapan SDGs, dampak nyata lebih penting daripada sekadar peringkat universitas dalam pemeringkatan global. “Kolaborasi dengan universitas lain dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan implementasi SDGs. Kita harus fokus pada dampak yang dihasilkan, bukan sekadar mengejar peringkat,” ujarnya.

 

 

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan USU semakin aktif dalam mendorong implementasi SDGs melalui berbagai program dan kebijakan yang melibatkan seluruh elemen kampus. Komitmen perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan diharapkan dapat menghasilkan solusi inovatif yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan ekonomi global.

 

 

 

 

Berita