Kuliah ini menghadirkan dua pakar yang membahas transisi energi, yakni Prof. Ir. Yohannes Sardjono, Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi dan Mutu Nuklir Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), serta Okto Larindo, CEO PT Semesta Motor Indonesia (Motoriz).
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III USU, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt., menekankan urgensi peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan. Beliau menyatakan bahwa transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan adalah sebuah perjalanan yang kompleks dan menantang, namun esensial untuk mencapai keberlanjutan lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.

Prof. Poppy juga menggarisbawahi peran penting universitas dalam mendukung transisi ini, menekankan bahwa perguruan tinggi harus mendidik dan melatih generasi muda untuk menjadi pelopor dalam pengembangan teknologi energi terbarukan. “Harapannya, melalui kuliah umum ini, para mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam dan inspirasi untuk terus berkontribusi dalam upaya transisi energi,” harap Prof. Poppy.

Prof. Ir. Yohannes Sardjono memberikan materi tentang pentingnya peran Indonesia dalam transisi energi global. Ia menguraikan bahwa salah satu solusi utama adalah konversi kendaraan berbahan bakar bensin ke motor listrik. Beliau menegaskan bahwa USU dengan berbagai program studi seperti Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknologi Informasi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis, memiliki kapasitas untuk mendukung konversi 50.000 motor bensin ke motor listrik yang ditargetkan pemerintah tahun ini.
