USU Bahas Pengadaan Alat Laboratorium dengan Dukungan Pemprovsu
Dipublish Pada
06 Januari 2025
Dipublish Oleh
Sulisintia Harahap
Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan rapat koordinasi bersama seluruh kepala laboratorium bidang sains dan teknologi (saintek) untuk membahas pengadaan alat laboratorium dengan dukungan dana dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Kegiatan ini berlangsung pada Jum’at (03/01/2025) di Ruang Rapat Senat Lantai 3, Gedung Rektorat USU, dan dipimpin langsung oleh Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si.
Dalam arahannya, Prof. Muryanto Amin menegaskan pentingnya pengadaan alat laboratorium sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas riset dan inovasi di USU. Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu yang akan mengintegrasikan seluruh laboratorium saintek di kampus. “Laboratorium terpadu ini harus menjadi unggulan dengan diferensiasi yang jelas dibandingkan kampus lain. Harus ada dampak nyata terhadap masyarakat dan potensi peningkatan income generating bagi universitas,” ujar Rektor.
Rektor meminta agar proposal pengadaan alat laboratorium tidak hanya berfokus pada daftar alat, tetapi juga dilengkapi dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), keunggulan, serta dampaknya terhadap masyarakat. Ia juga menekankan bahwa laboratorium yang dirancang harus mampu mendukung kolaborasi riset dengan daerah lain dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Prof. Dr. Apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si., Wakil Rektor III, menambahkan bahwa pengadaan ini memerlukan roadmap dan renstra (rencana strategis) laboratorium yang jelas. “Penguatan alat laboratorium ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga harus memiliki rencana pemanfaatan yang terarah untuk mendukung pengajaran, penelitian, dan pembangunan daerah,” jelasnya.
Fakultas seperti MIPA, Farmasi, Pertanian, Teknik, Ilmu Budaya, dan Ilmu Komputer telah memainkan peran penting dalam mendukung kinerja USU, baik dalam publikasi ilmiah maupun hilirisasi produk penelitian. Dengan adanya penguatan alat laboratorium di fakultas-fakultas ini, diharapkan kolaborasi riset dan publikasi semakin meningkat, yang akan berdampak positif pada capaian universitas di tingkat nasional dan internasional.
Diki Sofian, dosen dari Universitas Negeri Jakarta, memberikan perspektif terkait kendala kekurangan alat laboratorium. Ia menyarankan kolaborasi dengan pihak swasta untuk memanfaatkan alat laboratorium yang lebih canggih. “Memang jika dibandingkan dengan pihak swasta, mereka memiliki alat yang lebih maju. Dengan berkolaborasi, kita bisa meminjam alat mereka untuk memperluas cakupan riset,” katanya.
Sementara itu, Pak Wayan, konsultan yang mendampingi diskusi, menyarankan agar alat yang diajukan dalam proposal difokuskan pada peralatan bernilai besar yang dapat digunakan lintas disiplin ilmu. “Fokuslah pada alat yang memiliki manfaat luas dan investasi tinggi, sementara kebutuhan alat kecil dapat di-cover oleh dana internal USU,” sarannya.
Diskusi ini menjadi langkah strategis bagi USU untuk memastikan bahwa pengadaan alat laboratorium berjalan sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki universitas. Dengan dukungan Pemprovsu dan perencanaan yang matang, USU optimis dapat memperkuat infrastruktur riset, meningkatkan kerja sama penelitian, dan memperluas dampaknya pada masyarakat luas.