home icon
search icon
menu icon

USU dan BPOM Bahas Skema MBKM dalam Program Pangan Aman Goes to Campus

Dipublish Pada

02 Januari 2025

Dipublish Oleh

Sulisintia Harahap

Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar Audiensi dan Sosialisasi Pelaksanaan Program Pangan Aman Goes to Campus (PAGC) sebagai bagian dari Skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri Platform Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Senat Akademik Lantai 2, Gedung Rektorat USU pada Kamis (02/01/2025).

Kegiatan dibuka oleh Ikhsan Siregar, S.T., M.Eng., Direktur Direktorat Pengembangan Pendidikan USU. Dalam sambutannya, Ikhsan menyampaikan apresiasi atas dukungan BPOM dalam mendorong implementasi program PAGC di perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa program ini akan meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam isu-isu penting seperti keamanan pangan.

“USU memiliki komitmen kuat untuk mendukung program-program seperti PAGC, yang selaras dengan tujuan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Dengan kolaborasi ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan mitra dan masyarakat,” ujar Ikhsan.

 

Selanjutnya, Ema Setyawati, S.Si., Apt., M.E., Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan BPOM, memaparkan detail program PAGC. Program ini terdiri dari tiga skema, yakni 20 SKS, 10 SKS, dan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T). Ketiga skema ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, baik melalui pelatihan di lapangan maupun kegiatan berbasis komunitas.

“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya keamanan pangan, sekaligus memperkuat keterampilan mereka dalam menangani isu-isu terkait. Namun, kami juga menghadapi tantangan, seperti kesenjangan antara kemampuan akademik mahasiswa yang sudah baik dan keterampilan praktik yang masih perlu ditingkatkan,” jelas Ema.

 

Menanggapi hal ini, Prof. Dr. Apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si., selaku Wakil Rektor III USU menekankan bahwa USU telah menyiapkan mekanisme seleksi internal untuk memastikan mahasiswa yang mengikuti program MBKM memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan mitra. “Kami sangat mendukung jika mitra memberikan persyaratan kompetensi yang jelas. Dengan begitu, kami dapat menyesuaikan seleksi mahasiswa secara internal agar lebih tepat sasaran.”

 

Ema juga menyampaikan harapan agar program seperti PAGC tetap berlanjut meskipun keberlanjutan MBKM masih menjadi tanda tanya di tingkat nasional. “Program ini sangat bermanfaat, baik bagi mahasiswa maupun mitra. Oleh karena itu, kami optimis dapat melanjutkan inisiatif ini meskipun MBKM belum dipastikan keberlanjutannya,” ujarnya.

 

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat USU, termasuk Prof. Dr. Apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si., Wakil Rektor III USU, serta Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, M.T., Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global.

 

Melalui Program PAGC, BPOM dan USU berharap dapat mencetak generasi muda yang kompeten dalam mengelola isu keamanan pangan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra eksternal untuk mendukung pendidikan yang lebih relevan dan aplikatif.

 

 

 

Berita