USU Gelar Kuliah Tamu Bersama Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan
Dipublish Pada
10 Maret 2025
Dipublish Oleh
Sulisintia Harahap
Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar kuliah tamu bertajuk “Bersama Membangun Komunitas Senasib Sepenanggungan Tiongkok-Indonesia” pada Selasa (25/02/2025) di Ruang Senat Akademik, Lantai 3, Gedung BPA USU. Acara ini menghadirkan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan, Zhang Min, sebagai narasumber utama dan bertujuan memperkuat pemahaman tentang hubungan bilateral serta peluang kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok di berbagai bidang.
Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., dalam sambutannya menekankan pentingnya kuliah tamu ini dalam memperdalam wawasan mahasiswa mengenai dinamika hubungan Indonesia-Tiongkok. “Kuliah umum ini sangat relevan dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang telah berkembang sejak abad ke-7 melalui Jalur Sutra Maritim. Kemitraan strategis ini tidak hanya mencakup ekonomi dan perdagangan, tetapi juga pendidikan, budaya, serta teknologi,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama lintas budaya dan sektor sangat penting dalam menghadapi tantangan global saat ini.
Dalam paparannya, Zhang Min menjelaskan bagaimana hubungan diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok yang dimulai pada tahun 1950 telah berkembang pesat di berbagai bidang. Ia menyoroti bagaimana kedua negara bekerja sama dalam lima prinsip hidup berdampingan secara damai, memperkuat persatuan negara-negara Asia, dan saling mendukung, termasuk saat menghadapi pandemi COVID-19. “Hari ini, kita memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok, dan saya yakin impian kedua negara saling terhubung. Mari kita bergandengan tangan untuk memperkuat solidaritas dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Zhang Min juga membahas konsep “Community of Shared Future” atau “Komunitas Senasib Sepenanggungan”, yang merupakan visi untuk memperkuat kerja sama internasional berbasis keadilan, kemandirian, dan kesejahteraan bersama.
Ia menegaskan bahwa hubungan bilateral antara kedua negara memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang melalui kerja sama di sektor ekonomi, pendidikan, infrastruktur, dan pertukaran budaya. Salah satu contohnya adalah penyelenggaraan festival budaya tahunan di USU yang turut mempererat hubungan akademik dan sosial antara mahasiswa Indonesia dan Tiongkok.
Dalam kesempatan ini, Konsul Jenderal Tiongkok juga mengundang Mario Pascal, reporter Radio Republik Indonesia (RRI) Medan, untuk berbagi pengalamannya mengenai studi dan pekerjaannya di Tiongkok. Sesi diskusi ini semakin memperkaya wawasan peserta tentang peluang akademik dan profesional yang dapat dijelajahi di Tiongkok.
Kuliah umum ini turut dihadiri oleh Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A., Ketua Program Studi S1 Bahasa Mandarin, Niza Ayuningtias, serta lebih dari 120 mahasiswa yang antusias mengikuti diskusi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa USU yang memahami pentingnya hubungan bilateral Indonesia-Tiongkok dan termotivasi untuk terlibat dalam kolaborasi akademik dan budaya yang lebih luas.