home icon
search icon
menu icon

USU Gelar Monitoring dan Evaluasi Program Beasiswa KNB 2025, Dorong Peningkatan Pengelolaan dan Pelayanan bagi Mahasiswa Asing

Dipublish Pada

13 Juni 2025

Dipublish Oleh

Sulisintia Harahap

Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) pada Selasa (10/06/2025) di Ruang Rapat EQUITY, Gedung Rektorat USU Lantai 3. Kegiatan ini menjadi forum penting bagi evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program beasiswa KNB, khususnya dalam hal tata kelola keuangan, akademik, hingga aspek kesejahteraan mahasiswa.

 

 

Kegiatan ini dibuka oleh Prof. Dr, Apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama USU dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya USU, Prof. Dr. Dra. T. Thyrhaya Zein, M.A, Ketua Program Studi Sastra Indonesia, Prof. Dr. Dwi Widayati, M. Hum, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI), Prof. Dr. Rudy Sofyan, S.S., M.Hum, dan staf Direktorat Pengembangan Pendidikan, Way Yantono Saing serta beberapa staf KUI yang tergabung dalam Tim Pengelola KNB USU. Pihak Direktorat Kelembagaan (Ditbaga) DIKTI dihadiri oleh Aa Sodikin, Agustinus Hadi Nugroho, Risma Sari, Armaeni, dan Ita Tri Mujiati.

 

 

Tim Pengelola KNB USU menyampaikan laporan pelaksanaan program dan rincian penggunaan dana yang telah diterima. Secara umum, dana bantuan telah digunakan sesuai peruntukannya, namun ditemukan sejumlah catatan penting yang perlu ditindaklanjuti untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan program.

 

 

Salah satu topik utama yang diangkat adalah kendala yang muncul akibat pemberian Nomor Induk Mahasiswa (NIM) sementara kepada mahasiswa KNB. Hal ini berdampak pada tertundanya proses transfer dana, terutama untuk program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). 

 

 

“Mungkin untuk ke depannya melalui Direktorat Pengembangan Pendidikan, kita buat NIM khusus untuk program BIPA yang terpisah dari NIM program studi agar proses administrasi pun lancar,” ujar Prof. Rudy.

 

 

Forum ini juga menekankan pentingnya penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengelolaan keuangan BIPA sebagai wujud komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, topik asuransi menjadi perhatian utama. Ditemukan adanya perbedaan tarif premi antar mahasiswa, yang dipengaruhi oleh usia dan variabel lainnya. Pihak Ditbaga menyarankan dilakukannya rapat internal untuk meninjau kesesuaian vendor asuransi dan mempertimbangkan kerja sama dengan penyedia layanan baru, seperti Takaful.

 

 

Dari sisi akademik, Ketua Program Studi Bahasa Indonesia, Prof. Dr. Dwi Widayati, M.Hum. melaporkan bahwa mahasiswa KNB menunjukkan progres signifikan dalam kemampuan komunikasi lisan. Program BIPA pun berjalan lancar, dengan pelaksanaan kegiatan praktik bahasa yang sesuai jadwal. Namun, disampaikan pula bahwa perlu pengembangan status kelembagaan BIPA menjadi unit mandiri agar lebih kuat secara struktural.

 

 

“BIPA USU ini lebih baik dikembangkan menjadi unit mandiri agar memiliki status lebih kuat dan formal secara kelembagaan,” sebut Aa Sodikin.

 

 

Pada pertengahan sesi, lima mahasiswa penerima beasiswa KNB USU hadir dalam forum ini dan menyampaikan tantangan dalam belajar Bahasa Indonesia serta kendala finansial dan pencarian akomodasi pasca tinggal di asrama. Menanggapi hal ini, DitBaga memberikan penjelasan terkait mekanisme pencairan dana dan perbedaan waktu penyaluran antara universitas di Indonesia.

 

 

Sebagai tindak lanjut, USU mendorong penyusunan jadwal pencairan dana hidup yang pasti dan sistematis, serta memperkuat pendampingan mahasiswa dalam hal administrasi, termasuk pengurusan dokumen kependudukan di Disdukcapil. Mahasiswa juga ditawarkan untuk mengikuti program produktif saat masa libur, seperti summer course, KKN internasional, dan kunjungan ke sekolah dasar sebagai media praktik berbahasa Indonesia.

 

 

Kegiatan ini diakhiri dengan penayangan dokumentasi pembelajaran sebagai bentuk pelaporan visual sekaligus evaluasi kegiatan. USU berharap evaluasi ini akan menjadi fondasi penguatan pengelolaan beasiswa KNB secara berkelanjutan, serta menjadikan USU sebagai kampus yang ramah dan mendukung pengembangan mahasiswa internasional.

 

 

 

Berita