home icon
search icon
menu icon

USU Gelar Workshop Strategi Akses Dana Uni Eropa untuk Riset Berkualitas Global

Dipublish Pada

04 Juli 2025

Dipublish Oleh

Sulisintia Harahap

Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Workshop and Sharing Session bertajuk “Strategi Mengakses Dana Uni Eropa untuk Riset Berkualitas Global” pada Kamis (3/7/2025) di Ruang Seminar Lembaga Penelitian USU secara hybrid. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Keni Vidilaseris, peneliti di University of Helsinki, Finlandia, dan Dr. Margaretta Christita dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang memberikan paparan mendalam seputar peluang, struktur, serta strategi mendapatkan dana riset dari Uni Eropa.

Workshop ini dibuka dengan sambutan dari Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S., selaku Ketua Lembaga Penelitian USU. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas peneliti Indonesia untuk bersaing di ranah global melalui kerja sama dan pendanaan internasional.

Acara dipandu oleh Prof. Dr. Arida Susilowati, S.Hut., M.Si., selaku moderator. Sesi pertama dimulai dengan pemaparan dari Dr. Keni Vidilaseris yang menjelaskan struktur pendanaan riset di Uni Eropa dan Finlandia. Ia menyoroti berbagai jalur pendanaan seperti institutional core funding, competitive project funding dari Research Council of Finland, innovation and applied R&D dari Business Finland, serta program Uni Eropa dan lembaga swasta.

“Penelitian itu tidak bisa sendiri, penelitian harus ada kolaborasi. Karena setiap orang punya pemikiran-pemikiran berbeda. Termasuk ketika ingin berkolaborasi dengan orang luar,” ujar Dr. Keni yang juga memaparkan berbagai kolaborasi risetnya bersama institusi di Indonesia, termasuk dalam pengembangan kandidat vaksin COVID-19 dan pengolahan limbah industri.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Dr. Margaretta Christita yang memaparkan strategi teknis dalam mengakses pendanaan Uni Eropa. Ia menekankan manfaat pendanaan Uni Eropa seperti peningkatan reputasi ilmiah, pendanaan besar yang fleksibel, akses pelatihan dan pengembangan kapasitas, hingga peluang kolaborasi lanjutan.

Menurutnya, banyak skema Uni Eropa seperti Marie Sklodowska-Curie Actions dan Horizon Europe yang bisa dimanfaatkan oleh peneliti Indonesia. “Dana riset Eropa bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan Euro per proyek. Ini mencakup biaya riset, pelatihan, konferensi, publikasi, hingga pengembangan kapasitas,” jelasnya.

Ia juga memberikan langkah-langkah praktis untuk memulai kolaborasi riset dengan mitra Eropa, mulai dari menentukan fokus riset, mencari mitra strategis melalui platform seperti CORDIS dan Horizon Dashboard, hingga mengikuti konferensi internasional dan matchmaking event.

Workshop ini dihadiri oleh para dosen, peneliti, dan mahasiswa pascasarjana dari berbagai fakultas di lingkungan USU. Para peserta juga aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar tantangan dalam mengakses pendanaan Eropa, termasuk bagaimana menjalin kemitraan dengan universitas luar negeri, dan strategi agar proposal riset lolos seleksi ketat.

Melalui kegiatan ini, USU berharap dapat memperluas jejaring internasional sekaligus mendorong peningkatan kualitas riset kampus menuju level global.

 

Berita