USU Perkuat Strategi Peningkatan Reputasi Global melalui Workshop Pemeringkatan QS WUR dan THE
Dipublish Pada
30 Januari 2026
Dipublish Oleh
Sulisintia Harahap
Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Workshop Pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) dan Times Higher Education (THE) pada Selasa (28/01/2026) di Ruang Sidang Senat, Lantai 3 Gedung Rektorat USU. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global sebagai bagian dari upaya berkelanjutan universitas dalam memperkuat reputasi akademik dan daya saing global.
Workshop dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., serta dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, antara lain Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T., Wakil Rektor III Prof. Dr. Apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., para pimpinan fakultas, serta perwakilan unit kerja di lingkungan USU. Kegiatan ini juga menghadirkan Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris sebagai narasumber utama.
Dalam sambutannya, Rektor USU menekankan pentingnya komitmen kolektif seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan peringkat universitas secara terukur dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa pemeringkatan internasional bukan sekadar capaian angka, melainkan cerminan kualitas tata kelola, akademik, dan kontribusi universitas bagi masyarakat. “Peningkatan peringkat universitas harus menjadi agenda bersama yang memiliki target jelas setiap tahunnya. Ini bukan pekerjaan satu unit saja, tetapi proses perubahan internal yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi lintas fakultas,” ujar Prof. Muryanto Amin.
Workshop ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman serta penyerahan cendera mata sebagai simbol penguatan komitmen USU dalam membangun reputasi akademik global. Selanjutnya, Prof. Abdul Haris memaparkan materi bertajuk Membangun Reputasi Akademik Global, yang menyoroti pentingnya strategi terintegrasi dalam menjawab indikator-indikator utama pemeringkatan QS dan THE.
Dalam paparannya, Prof. Abdul Haris menekankan bahwa universitas perlu memosisikan diri sebagai role model dan barometer akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia juga menyoroti perlunya membangun mahasiswa agar mampu menjadi champion di bidang masing-masing serta memperkuat kolaborasi antara dosen dan mahasiswa lintas institusi. “Reputasi global tidak bisa dibangun secara instan. Diperlukan konsistensi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, mutu penelitian, serta penguatan jejaring akademik internasional,” ungkapnya.
Sejumlah masukan strategis turut dibahas dalam forum tersebut, termasuk kesiapan seluruh fakultas dalam pelaksanaan Program Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan pengelolaan mahasiswa asing, khususnya dari kawasan ASEAN. USU juga diarahkan untuk menetapkan target penerimaan mahasiswa asing dengan dukungan anggaran tahunan sebesar Rp3 miliar, serta mendorong keberadaan ambassador mahasiswa dan dosen asing sebagai bagian dari penguatan reputasi internasional.
Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, menegaskan bahwa peningkatan peringkat internasional harus ditopang oleh jejaring akademik yang kuat dan terukur. “Setiap dosen diharapkan memiliki minimal dua mitra internasional yang berperan sebagai academic peer atau koresponden QS. Selain itu, penguatan program visiting professor dan KKN Internasional menjadi bagian penting dari strategi internasionalisasi USU,” ujarnya.
Workshop ini juga menyoroti tantangan internal, seperti isu disparitas di perguruan tinggi negeri yang berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara kompetensi mahasiswa dan dosen, serta berdampak pada akreditasi institusi. Selain itu, peningkatan mutu jurnal ilmiah dan penelitian, pemberian insentif pengembangan jurnal, serta penjaringan penerima beasiswa LPDP untuk diarahkan berkontribusi kembali ke institusi menjadi perhatian khusus.
Melalui workshop ini, USU menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola internasionalisasi secara sistematis dan berkelanjutan. Hasil diskusi diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program strategis universitas dalam meningkatkan posisi USU pada pemeringkatan QS WUR dan THE, sekaligus memperkuat peran universitas dalam menjawab tantangan global dan nasional.