home icon
search icon
menu icon

Wakil Rektor III USU Gelar Rapat Koordinasi Terkait Peluncuran Program Riset Prioritas Ditjen Risbang Tahun 2026

Dipublish Pada

27 Oktober 2025

Dipublish Oleh

Sulisintia Harahap

Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama, Prof. Dr. Apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si. menggelar rapat koordinasi terkait Peluncuran Program Riset Prioritas Direktorat Jenderal Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditjen Risbang) Tahun Anggaran 2026. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Equity, Gedung Rektorat Lantai 3 USU pada Jum’at (24/10/2025).

 

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan lembaga dan unit terkait, di antaranya Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat USU Prof. Dr. Tulus, Vor.Dipl.Math., M.Si., Ph.D., Kepala Badan Pengembangan Riset dan Inovasi Buchari, S.T., M.Kes., IPM, Manajer Publikasi, Jurnal, dan Konferensi Lembaga Inovasi Penulisan Ilmiah dan HKI Sony Eka Nugraha, S.Farm., M.Si., Apt., serta para Wakil Dekan III di lingkungan USU.

 

 

Dalam rapat tersebut, Prof. Poppy menyampaikan bahwa peluncuran Program Riset Prioritas Ditjen Risbang 2026 merupakan momentum penting bagi USU untuk meningkatkan kualitas riset secara terarah. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan agenda penelitiannya dengan prioritas nasional, namun tetap menjaga kekhasan keilmuan yang dikembangkan di lingkungan universitas. “Kita perlu memastikan bahwa setiap penelitian dosen USU memiliki relevansi terhadap kebutuhan nasional dan global. Fokus kita bukan pada banyaknya proposal, tetapi pada kekuatan substansi ilmiahnya,” ujar Prof. Poppy.

Usai penyampaian pengantar, rapat berlanjut dengan pemaparan teknis peluncuran program riset yang meliputi skema pendanaan, ruang lingkup riset prioritas, serta mekanisme pengajuan proposal untuk tahun anggaran 2026. Peserta rapat kemudian berdiskusi mengenai strategi internal yang perlu disiapkan oleh USU. Salah satu pembahasan utama adalah penguatan bimbingan penelitian serta peningkatan ketepatan tema riset agar sesuai dengan target program prioritas Kementerian.

 

 

Kepala Lembaga PPM, Prof. Tulus, menekankan perlunya penguatan koordinasi lintas unit agar dosen memiliki pemahaman yang sama mengenai arah penelitian nasional. Ia menyampaikan bahwa penguatan kualitas dapat dicapai melalui pendampingan yang berkelanjutan. “Pendampingan harus diarahkan pada sisi perumusan masalah dan metodologi, karena dua aspek ini menentukan arah dan kualitas luaran penelitian,” ungkapnya.

 

USU perlu memaksimalkan potensi sumber daya internal untuk mendukung keberhasilan program ini. Selain itu, peneliti harus diberi ruang untuk memperdalam riset sesuai bidangnya, namun tetap diarahkan agar menghasilkan luaran yang berdampak. Diskusi berjalan konstruktif, dengan peserta saling memberikan masukan mengenai mekanisme monitoring, publikasi, dan strategi peningkatan kesiapan proposal penelitian.

 

Rapat ditutup dengan penegasan kembali dari Prof. Poppy bahwa USU harus memprioritaskan kualitas hasil riset dosen sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing institusi. Ia mengajak seluruh unit terkait untuk bekerja secara kolaboratif dalam mendukung kesiapan peneliti menghadapi peluncuran program riset tahun 2026. “Kita ingin USU semakin solid dalam ekosistem risetnya. Kualitas menjadi fokus utama agar hasil penelitian kita mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan,” tutupnya.

 

 

 

Berita