home icon
search icon
menu icon

Evaluasi Program DAPT: LPDP dan DIKTI Pantau Pencapaian SDGs USU

Dipublish Pada

04 Oktober 2024

Dipublish Oleh

Sulisintia Harahap

Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar rapat evaluasi Program Dana Abadi Pendidikan Tinggi (DAPT) Tahun 2023 selama dua hari berturut-turut (01-02 Oktober 2024) di Ruang Rapat Equity, Gedung Rektorat USU. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) serta pejabat internal USU. Di antara yang hadir adalah Prof. Dr. Ir Anas Miftah Fauzi, M.Eng dari Tim WCU Dikti/Institut Pertanian Bogor (IPB), Yuni Wibowo dari LPDP, serta Wakil Rektor II USU, Dr. Muhammad Arifin Nasution, dan Wakil Rektor III, Prof. Dr. apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan.

Turut hadir juga dalam rapat ini Yuni Wibowo (Kasubdiv Pengembangan Layanan Pendanaan Riset LPDP), Marsya Nilam Kesuma (LPDP), Irbah Nurjihan (LPDP), Fajar Rinaldy Dewantara (Dit. Kelembagaan Dikti), Oktarina Kurnianingsih (Dit. Kelembagaan Dikti), Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, M.T., dan Kepala Biro Keuangan USU, Surya Darma, S.Sos. 

 

 

 

Pada hari pertama, rapat difokuskan pada evaluasi keuangan program DAPT sepanjang tahun 2023. Yuni Wibowo menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh sebelum penandatanganan kontrak periode selanjutnya dilakukan. “Penandatanganan kontrak tidak boleh dilakukan sebelum kita menyelesaikan evaluasi ini. Kita harus memastikan seluruh dana digunakan secara efektif dan sesuai perencanaan,” ujarnya.

 

 

 

Diskusi juga mencakup fleksibilitas waktu untuk program-program yang mengikuti kalender internasional, seperti summer course. “Kami mengusulkan adanya fleksibilitas untuk program internasional yang memerlukan persiapan lebih panjang. Ini perlu dipertimbangkan agar program dapat berjalan lancar tanpa mengorbankan kualitas,” kata Prof.Dr. Eng. Himsar Ambarita, M.T selaku Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global USU.

 

 

Hari kedua rapat berfokus pada pencapaian substansi program DAPT sepanjang tahun 2023 yang menyasar Sustainable Development Goals (SDGs). Hal ini menjadi salah satu prioritas USU dalam mendukung peringkat internasional seperti QS dan THE World University Rankings. “USU telah memilih tiga SDGs utama yang akan menjadi fokus kita ke depan. Kami akan berupaya keras untuk mendukung peringkat QS dan THE dengan meningkatkan rasio dosen terhadap mahasiswa, salah satunya dengan menambah 100 dosen non-PNS,” kata Prof. Poppy.

 

 

 

Selain itu, pembaruan sistem ERISPro juga menjadi salah satu isu yang dibahas. Beberapa informasi outcome dari program belum tercantum secara lengkap di sistem, dan disarankan agar dokumen-dokumen diunggah secara langsung tanpa menggunakan link dinamis seperti Google Drive. “Sistem ini harus dioptimalkan dengan data yang lengkap dan rinci agar kita dapat memantau perkembangan program secara efektif,” kata Fajar Rinaldy Dewantara dari Dit. Kelembagaan Dikti.

 

 

Terkait Program Sabbatical Leave (SL), target peserta belum tercapai karena kekurangan sumber daya manusia, meskipun dana sudah habis terpakai. “Kami akan menambahkan satu peserta co-funding agar target lima peserta bisa dicapai, meskipun tanpa dana tambahan,” jelas Prof. Himsar.

 

 

 

Dalam hal program postdoktoral, dua posisi yang direncanakan belum terlaksana karena terkendala izin penelitian. Selain itu, USU berencana menyurati DIKTI untuk melakukan revisi pada proposal awal, seperti penghapusan bagian Konferensiyang tidak sesuai dan penambahan bagian BPRI. “Kami akan segera menyurati DIKTI untuk menyampaikan revisi ini, dan DIKTI akan meneruskan permintaan ke LPDP,” ujar Prof. Himsar.

 

 

Dengan langkah-langkah ini, USU berharap dapat terus meningkatkan pencapaian program DAPT, memperkuat upaya internasionalisasi melalui SDGs, dan memastikan setiap program berjalan sesuai perencanaan.

 

 

Berita