Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Europe-Indonesia Relationship: Celebrating 75 Years with Belgium” di Gedung Digital Learning Centre, lantai 8 pada Rabu (20/06/2024). Acara ini bertujuan untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belgia. Kuliah umum ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai fakultas di USU.
Kuliah umum dibuka pada pukul 09.30 WIB dengan sambutan dari MC. Acara dilanjutkan dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Wakil Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si. Dalam sambutannya, Prof. Poppy menyatakan, “kami sangat bangga dapat menyelenggarakan acara ini yang tidak hanya mempererat hubungan diplomatik antara Indonesia dan Belgia, tetapi juga memberikan wawasan penting kepada mahasiswa kami mengenai hubungan internasional.”

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata dan sesi foto bersama. Kemudian, kuliah umum dimulai dengan pemaparan dari Duta Besar Belgia untuk Indonesia, H. E. Frank Felix. Dalam presentasinya, Felix membahas sejarah panjang hubungan bilateral antara Indonesia dan Belgia serta berbagai aspek kerja sama yang telah terjalin, mulai dari bidang politik, ekonomi, hingga budaya.
“Dalam 75 tahun terakhir, hubungan antara Belgia dan Indonesia telah berkembang pesat dan mencakup banyak bidang. Belgia adalah salah satu negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Kami bangga dengan pencapaian ini dan berharap dapat terus mempererat kerja sama di masa depan,” ujar Felix dalam presentasinya.
Setelah kuliah umum, sesi tanya jawab dibuka bagi para peserta untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Duta Besar Belgia. Acara diakhiri pada pukul 10.30 WIB dengan penutupan oleh MC, yang menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini.

Acara ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi mahasiswa USU tentang pentingnya hubungan internasional dan bagaimana kerjasama antara negara dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua belah pihak.
(Penulis: Sulisintia Harahap)