home icon
search icon
menu icon

Perayaan Hari Jadi ASEAN ke-57 di Universitas Sumatera Utara: Penguatan Kolaborasi dan Diplomasi Asia Tenggara

Dipublish Pada

19 Agustus 2024

Dipublish Oleh

Salwa Salsabila

Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Konsulat Jenderal Malaysia di Medan menggelar perayaan "Celebration of The 57th Association of South East Asian Nations (ASEAN) Day," sebagai momen untuk memperingati perjalanan panjang kerja sama dan persatuan negara-negara Asia Tenggara, pada Rabu, (14/08/2024).

Acara ini diselenggarakan di Digital Learning Building Centre USU dan dihadiri oleh berbagai tamu kehormatan, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Ir. Arief Sudarto Trinugroho, MT, yang mewakili Pj Gubernur Sumatera Utara Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., Konsul Jenderal Malaysia di Medan, H. E. Shahril Nizam Abdul Malek, serta Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si. 

 

 

Perayaan 57 tahun ASEAN merupakan tonggak penting dalam sejarah negara-negara Asia Tenggara. Selama lebih dari setengah abad, ASEAN telah membuktikan komitmennya dalam memajukan perdamaian, kesejahteraan, dan pembangunan di kawasan ini. Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Konsulat Jenderal Malaysia di Medan yang melibatkan USU dalam perayaan ini.

 

 

"Kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam merayakan 57 tahun ASEAN. Sebagai institusi pendidikan, USU berkomitmen untuk mendukung kolaborasi dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemajuan kawasan ASEAN," ujar Prof. Muryanto Amin.

 

 

Selain perayaan, acara ini juga menjadi forum diskusi penting yang menghadirkan dua panelis dengan materi yang relevan terhadap perkembangan ASEAN.

 

 

 

Panelis pertama, H.E. Shahril Nizam Abdul Malek, Konsul Jenderal Malaysia di Medan, menyampaikan presentasi yang menyoroti sejarah berdirinya ASEAN hingga perkembangan organisasi ini di masa kini. Dalam paparannya, Shahril Nizam menjelaskan bagaimana ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967 oleh lima negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Seiring berjalannya waktu, ASEAN berkembang menjadi organisasi regional yang terdiri dari 10 negara anggota dengan tujuan utama untuk mempromosikan kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan budaya serta menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.

 

 

"ASEAN telah berkembang pesat sejak didirikan, dengan fokus yang semakin kuat pada integrasi ekonomi dan kerjasama regional yang lebih luas," ujar Shahril Nizam. Beliau juga menekankan peran penting ASEAN dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim, keamanan maritim, dan krisis kesehatan, yang memerlukan kerja sama lebih erat antarnegara anggota.

 

 

Panelis kedua, Dr. Jelly Leviza, S.H., M.Hum., Kepala Pusat Studi ASEAN di USU, membawakan presentasi yang bertajuk "ASEAN Existence, Cooperation, and Regional Agreements in the Context of the 57th Anniversary of ASEAN." Dr. Jelly memaparkan bagaimana ASEAN telah berhasil mempertahankan eksistensinya sebagai organisasi regional yang signifikan melalui berbagai kerja sama dan kesepakatan regional.

 

 

Dalam presentasinya, Dr. Jelly menyoroti pentingnya kerja sama di antara negara-negara anggota ASEAN dalam menghadapi tantangan bersama, serta bagaimana perjanjian-perjanjian regional yang telah disepakati menjadi fondasi yang kuat untuk mencapai tujuan bersama ASEAN. "Kerja sama di berbagai bidang, mulai dari ekonomi hingga sosial budaya, telah menjadi kunci keberhasilan ASEAN dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran di kawasan," jelas Dr. Jelly.

 

 

Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. "Sebagai institusi pendidikan, USU selalu membuka pintu untuk kerja sama yang dapat memajukan kawasan, terutama dalam konteks ASEAN. Kegiatan seperti ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga memperkuat semangat persatuan di antara negara-negara anggota ASEAN," ujar Muryanto Amin.

 

 

Beliau menambahkan, "Melalui partisipasi aktif dalam perayaan ini, kami berharap dapat turut berkontribusi dalam mencapai cita-cita para pendiri ASEAN untuk menciptakan kawasan yang damai, stabil, dan makmur. Semoga kolaborasi ini terus berkembang di masa depan."

 

 

Acara ini memberikan wawasan yang komprehensif mengenai peran ASEAN dalam sejarah dan masa kini, serta tantangan dan peluang yang dihadapi organisasi ini di masa depan. Kedua presentasi panelis tersebut berhasil memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta mengenai pentingnya ASEAN bagi kawasan Asia Tenggara, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus mendukung kerja sama regional yang erat.

 

 

Berita