Wakil Rektor III USU, Prof. Dr. Apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si memberikan kata sambutan sekaligus membuka kegiatan pertemuan ini, “Kami berharap pertemuan ini akan menjadi landasan untuk kerja sama pada program double degree sehingga dapat merancang kesesuaian pendidikan antara USU dan AIT.”
Salah satu fokus utama pertemuan adalah pembahasan mengenai sistem kredit semester. Dr. Erna Budhiarti Nababan, Head of Data Science and Artificial Intelligence Study Program, menjelaskan, “Kami sedang mengusulkan penambahan dan perubahan nilai SKS dari 12 SKS menjadi 18 SKS di USU. Hal ini sesuai dengan persyaratan baru Menteri yang mensyaratkan mahasiswa menyelesaikan 54 SKS dalam waktu 1,5 hingga 2 tahun.”
.JPG)
Selain itu, terdapat pembahasan tentang penyesuaian timeline perkuliahan antara AIT dan USU. USU sedang melakukan proses penyesuaian untuk menentukan waktu perkuliahan yang cocok bagi kedua belah pihak. Ini penting untuk memastikan kesesuaian jadwal kuliah antara USU dan AIT.
Pertemuan tersebut juga membahas mengenai total biaya program dan pembayaran untuk program Double Degree dari rancangan AIT. “Total biaya program sebesar 855,600 baht, dan AIT akan membayar 50% dari total biaya tersebut. Namun, perkiraan biaya hidup hingga menamatkan program adalah sebesar 505,450 baht,” terang Dr. Chantri Polprasert, Adjunct Faculty ICT Department, AIT.
Dalam upaya mencari mahasiswa dan pendanaan tambahan, diperlukan strategi khusus mengingat biaya kuliah yang cukup tinggi dibandingkan dengan biaya kuliah di USU. USU akan mencari bantuan tambahan dana perkuliahan, seperti dari LPDP dan sumber dana lainnya.
Pertemuan ini merupakan langkah awal kolaborasi pendidikan antara USU dan AIT. Keduanya berharap dapat terus berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah selanjutnya untuk mengimplementasikan kerja sama ini demi kemajuan pendidikan.