Rapat dibuka dengan pembahasan mengenai strategi baru untuk meningkatkan peringkat USU di QS World University Rankings (WUR), di mana saat ini USU berada pada posisi 901 untuk reputasi akademik di seluruh dunia. Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T selaku Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global USU, menekankan pentingnya menambah jumlah responden yang mendukung USU untuk tahun depan guna meningkatkan peringkat tersebut.

Saat ini, total Academic Reputation (AR) USU adalah 1605 dan Employer Reputation (ER) adalah 1812. Untuk mencapai target ini, diperlukan setidaknya 400 responden yang bersedia mendukung USU, dan setiap peserta IMS diharapkan dapat menghubungi minimal dua responden potensial.
Dalam rapat tersebut, sejumlah kendala yang menghambat optimalisasi kegiatan SL dan IMS juga dibahas. Prof. Himsar mengumumkan bahwa setelah rapat ini, pihaknya akan mengirimkan Google Form untuk mengumpulkan laporan dari para peserta, serta mengirimkan email sebagai tindak lanjut.
Beberapa rekomendasi dan saran diajukan oleh peserta rapat, seperti pentingnya peserta IMS memiliki profil USU untuk memperkenalkan universitas di negara tujuan, kesulitan dalam meminta Memorandum of Agreement (MoA) di Asian UNINET, kendala fasilitas penginapan, dan permintaan untuk memperpanjang masa Sabbatical Leave lebih dari tiga bulan. Prof. Himsar menjelaskan bahwa perpanjangan masa Sabbatical Leave harus sesuai dengan proposal yang dibuat berdasarkan aturan kementerian.
Dalam kalimat penutupnya, Prof. Himsar menegaskan bahwa pihak DIKG siap menerima dan mengurus tindak lanjut dari para peserta. Dalam kalimat penutupnya, Prof. Poppy menyatakan, “melalui rapat ini, diharapkan kita dapat mengefektifkan anggaran SL dan IMS, membina hubungan baik dengan mitra agar mereka memilih USU. Jika diperlukan profil USU atau hal lain, bisa dibicarakan kepada kami. Jika ada hal yang mau didiskusikan lebih lanjut bisa hubungi saya, Prof. Himsar, atau yang lainnya.”
Dengan adanya rapat ini, diharapkan USU dapat meningkatkan efektivitas program Sabbatical Leave dan International Mobility Staff, serta memperkuat reputasi akademik universitas di kancah internasional.
(Penulis: Sulisintia Harahap)