Dipimpin oleh Hilma Tamiami Fachrudin, S.T., M.Sc, Ph.D, GP dari Departemen Arsitektur, dengan anggota Ir. Rahmi Karolina, S.T., M.T., IPM. GP dari Departemen Teknik Sipil dan Mohammad Dolok Lubis, S.T., M.Sc. dari Departemen Arsitektur USU melakukan penelitian kolaborasi dengan Prof. Dr. Ahmad Sanusi Hassan dari School Housing, Building, and Planning, Universiti Sains Malaysia.
Selain IKU (Indikator Kinerja Utama) 3 "dosen yang memiliki kegiatan di luar kampus," program ini juga memenuhi IKU 2, di mana mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus. Untuk itu, USU mengajak mahasiswa Magister Teknik Sipil USU, Devi Fahreza, S.T., untuk berangkat ke Penang pada tanggal 10 Mei 2023.
Keesokan harinya (11 Mei), tim USU melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan Prof. Dr. Ahmad Sanusi Hassan mengenai bangunan hijau di Malaysia. Tim USU juga berkesempatan untuk bertemu dengan dekan School Housing, Building, and Planning, Universiti Sains Malaysia, untuk mendiskusikan kerja sama kedua kampus melalui MoA dan AI.
Kerja sama yang akan dilakukan antara lain joint research, joint publication, dan joint conference. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Ahmad Sanusi mengundang tim peneliti USU untuk melaksanakan konferensi yang akan diselenggarakan pada tahun 2024 di Bangkok bersama universitas lain dari Oman dan Thailand. Ahmad Sanusi juga melakukan FGD dengan Bapak Baylon Tham dari Malaysia Green Building Council. Dalam pertemuan tersebut, Prof. Sanusi dan Bapak Baylon menjelaskan tentang pengukuran green building menurut rating tools dari Malaysia Green Building Council dengan contoh-contoh bangunan hijau yang ada di Malaysia dan Pulau Pinang.
Pada hari Jumat tanggal 12 Mei, tim peneliti USU melakukan kunjungan lapangan ke gedung hijau di Penang. Gedung pertama yang dikunjungi adalah Gedung Paramit di Bukit Minyak, Penang, Malaysia. Di sana, tim disambut oleh Manajer Gedung Paramit, Loh Chee Keong. Setelah dari Gedung Paramit, tim juga mengunjungi Night Shelter for Homeless yang dibangun oleh "Majlis Bandaraya Pulau Pinang" (MBPP), dengan didampingi oleh Mr. Bangunan ini dibangun untuk para tunawisma di Pulau Pinang. Bangunan ini dibangun dengan konsep zero energy, zero water, dan zero waste. Di mana pencahayaan dan penghawaan alami dimaksimalkan dengan menggunakan ayam jago pada bangunan tersebut, air bekas keran air (grey water) dapat ditampung dan diolah kembali untuk menyiram tanaman, dan air hujan dapat digunakan kembali untuk menyiram toilet serta sampah yang ada di bangunan ini dikumpulkan dan diolah kembali untuk dijadikan kompos.
Hilma mengatakan, melalui FGD dan Site Visit ini, USU berharap Klaster Kelimuan Bangunan untuk Mewujudkan Kualitas Lingkungan Perkotaan ini dapat menjadi basis untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian akan pentingnya bangunan hijau di Medan dan Indonesia serta mendukung komitmen Indonesia dalam mencapai Net Zero Emisi sebesar 43% pada tahun 2030.