Acara dimulai pada pukul 15.00 WIB dengan pembukaan oleh Salwa Salsabila, S.I.Kom selaku Master of Ceremony. Selanjutnya, Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., memberikan sambutan hangat kepada para peserta dan tamu kehormatan. “Kami merasa bangga dapat menyelenggarakan kuliah umum ini dan berharap dapat memperkuat hubungan antara Indonesia dan Kanada melalui dialog dan kerja sama akademis,” ujar Prof. Dr. Muryanto Amin.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pertukaran tanda penghargaan dan foto bersama, mempererat hubungan baik antara kedua negara. Kemudian H.E. Jess Dutton memulai presentasinya dengan memperkenalkan strategi Indo-Pasifik Kanada dan relevansinya bagi Indonesia.
Dalam presentasinya, H.E. Jess Dutton menjelaskan bahwa strategi Indo-Pasifik Kanada mencakup lima pilar utama, yaitu mempromosikan perdamaian, ketahanan, dan keamanan; memperluas perdagangan, investasi, dan ketahanan rantai pasokan; berinvestasi dan menghubungkan orang-orang; membangun masa depan yang berkelanjutan dan hijau; serta menempatkan Kanada sebagai mitra yang aktif dan terlibat di Indo-Pasifik.
“Pengaruh meningkat dari wilayah Indo-Pasifik adalah pergeseran global yang terjadi sekali dalam satu generasi dan membutuhkan respons generasi dari Kanada,” kata H.E. Jess Dutton. Ia juga menyoroti komitmen baru Kanada yang hampir mencapai $2,3 miliar untuk lima tahun pertama dalam strategi tersebut.

H.E. Jess Dutton menekankan pentingnya hubungan bilateral antara Kanada dan Indonesia, termasuk dalam hal kerja sama ekonomi, keamanan, dan transisi energi. “Kanada dan Indonesia memiliki komitmen bersama terhadap sistem internasional berbasis aturan dan kerja sama keamanan baru,” tambahnya.
Selain itu, duta besar Kanada ini juga menguraikan rencana untuk mendukung demokrasi di Myanmar dan seluruh Asia melalui inisiatif lokal yang didanai oleh Kanada.

Sesi tanya jawab yang berlangsung dari pukul 15.40 hingga 16.00 WIB dipandu oleh Shahnaz Alzamru sebagai moderator, di mana para peserta berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada duta besar. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mencakup berbagai topik, mulai dari peluang beasiswa hingga kolaborasi penelitian antara institusi pendidikan di kedua negara.
Kuliah umum ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi para peserta tetapi juga memperkuat hubungan diplomatik dan pendidikan antara Indonesia dan Kanada. USU terus berkomitmen untuk menjadi pusat pembelajaran dan kerja sama internasional yang berkontribusi pada pembangunan bangsa.
(Penulis: Sulisintia Harahap)