USU dan CICEEA Gelar Job Fair 2025: Hadirkan 24 Perusahaan Tiongkok untuk Jembatani Lulusan ke Dunia Industri Internasional
Dipublish Pada
28 Mei 2025
Dipublish Oleh
Sulisintia Harahap
Universitas Sumatera Utara (USU) bekerja sama dengan China-Indonesia Cultural and Educational Exchange Association (CICEEA) sukses menyelenggarakan USU × China Industries Job Fair 2025 selama dua hari berturut-turut, pada 26 dan 27 Mei 2025. Kegiatan ini digelar sebagai wadah yang mempertemukan para pencari kerja, khususnya lulusan perguruan tinggi, dengan perusahaan-perusahaan dari Tiongkok yang beroperasi di Indonesia.
Acara pembukaan berlangsung di Gedung Pancasila USU, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari dunia pendidikan, pemerintahan, dan diplomasi. Hadir memberikan sambutan, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama USU, Prof. Dr. Apt. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. “Saya mengapresiasi dan menyambut baik terselenggaranya USU × China Industries Job Fair 2025 sebagai media untuk menjembatani kesenjangan antara pencari kerja dan pemberi kerja dari berbagai industri,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Konsul Jenderal Tiongkok di Medan, Zhang Min, yang menyebut bahwa tahun 2025 menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok. “Tiongkok telah menjadi mitra dagang utama Indonesia selama 12 tahun berturut-turut. Kegiatan ini menjadi simbol eratnya hubungan kerja sama, dan kami harap dapat meningkatkan mutu tenaga kerja Indonesia di masa depan,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga menyambut baik inisiatif ini. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Basarin Yunus Tanjung, M.Si., menekankan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan daerah. “Gunakanlah forum ini sebaik-baiknya untuk menjalin relasi, mengenali potensi diri, dan membuka pintu masa depan yang lebih baik. Kita sedang membangun Sumatera Utara yang lebih kuat dengan sumber daya manusia yang kompeten,” pesannya kepada peserta.
Sebanyak 24 perusahaan asal Tiongkok ambil bagian dalam job fair ini, antara lain: PT. Hopson Aceh Industri, Aicha Food Indonesia, PT. Yonyou Network Indonesia, Petrochina International Jabung, Julong Group Indonesia, PT. Nusa Solar Indonesia, PT. Meulaboh Power Generation, PT. Wijaya Fittings MFG Indonesia, PT. Rainbow Tubulars Manufacture, PT. Bintan Alumina Indonesia, PT. Basic International Sumatera, PT. Aohai Technology Indonesia, PT. TJK Power, PT. Haida Biotechnology Indonesia, PT. GH EMM Indonesia, PT. Shenhua Guohua Lion Power Indonesia, PT. Dairi Prima Mineral, China Construction Fourth Engineering Division Corp. Ltd, PT. North Sumatera Hydro Energy, PT. China Communications Construction Industry Indonesia, PT. SAMI, PT. Tuntun Sekuritas Indonesia, PT. China State Construction Overseas Development Shanghai, dan PT. Handa Energi Investasi Indonesia.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan Forum Diskusi Pimpinan yang diadakan di Digital Learning Center USU Lantai 8. Forum ini mengangkat tema “Peningkatan Kualitas Lulusan di Pasar Tenaga Kerja Internasional” dan menghadirkan perwakilan dari sektor pendidikan tinggi, industri, dan pemerintah. Diskusi bertujuan membahas tantangan dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di pasar kerja global.
Presiden CICEEA, Hu Haibin, juga menyampaikan komitmen pihaknya untuk mendukung pengembangan kapasitas lulusan melalui program pelatihan dan kesempatan kerja yang lebih luas di masa mendatang.
Selama dua hari, ribuan mahasiswa dan alumni memadati lokasi acara yang berlangsung di Gedung Pancasila USU. Para peserta tak hanya berasal dari USU, tetapi juga dari berbagai perguruan tinggi lainnya di Sumatera Utara seperti Universitas Negeri Medan (UNIMED), Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Universitas HKBP Nommensen, Politeknik Negeri Medan (POLMED), dan institusi pendidikan tinggi lainnya.
Melalui kolaborasi ini, USU berharap dapat terus memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mampu mencetak lulusan berkualitas tinggi dan siap pakai, khususnya di dunia kerja internasional.