home icon
search icon
menu icon

USU dan RSUP H Adam Malik Bahas Kerja Sama dalam Pendidikan Dokter Spesialis dan Penelitian

Dipublish Pada

25 September 2024

Dipublish Oleh

Sulisintia Harahap

Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si mengadakan pertemuan dengan Direktur Utama RSUP H Adam Malik, dr. Zainal Safri, M.Ked(PD), Sp.PD-KKV, Sp.JP(K) di Ruang Audiensi Rektor, Gedung BPA USU pada Selasa (24/09/2024). Pertemuan ini bertujuan untuk membahas kerja sama dalam bidang pendidikan dokter spesialis, penelitian serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam penguatan kolaborasi antara USU dan RSUP H Adam Malik, terutama dalam mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan.

 

Turut hadir dalam pertemuan ini dari pihak RSUP H Adam Malik, dr. Faisal Habib, Sp.JP(K), FIHA selaku Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RSUP H Adam Malik dan dr. Otman Siregar, Sp.OT(K) Spine sebagai Direktur Medik dan Keperawatan. Sedangkan dari pihak USU, hadir Wakil Rektor V, Dr. Ir. Luhut Sihombing, M.P., Dekan Fakultas Kedokteran USU, Prof. Dr. dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S(K), Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global USU, Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T, serta Kepala Badan Pengelola Usaha USU, Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, S.E., M.Si.

Salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan ini adalah terkait dengan pendidik dan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) dari USU yang diusulkan untuk dapat mendidik di RSUP H Adam Malik. Hal ini muncul mengingat RSUP H Adam Malik mengalami kekurangan tenaga pendidik untuk dokter spesialis, yang menjadi tantangan dalam menjalankan program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Selain itu, terdapat persoalan dari pihak Kementerian Kesehatan mengenai tenaga medis yang tidak dapat mendidik PPDS di RSUP H Adam Malik.

Rektor USU dan dr. Zainal Safri juga mendiskusikan mengenai solusi penerimaan PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) dan jumlah pendidik yang ada di RSUP H Adam Malik. Selama ini, kuota penerimaan PPDS ditentukan oleh universitas dan kemudian didistribusikan ke beberapa rumah sakit pendidikan, termasuk RSUP H Adam Malik. Oleh karena itu, pembagian kuota penerimaan antara RSUP H Adam Malik dan rumah sakit pendidikan lainnya di wilayah Sumatera Utara menjadi salah satu fokus pembahasan.

Selain itu, kedua pihak menyinggung pentingnya penelitian dan publikasi bersama antara USU dan RSUP H Adam Malik. Dalam hal ini, Rektor USU menyoroti perlunya kolaborasi dengan dokter-dokter yang sudah memiliki izin praktik di RSUP H Adam Malik untuk mendukung kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas.

Dalam pertemuan ini, juga dibahas tentang Penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) baru yang mencakup perbaikan Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya terkait pencegahan kasus-kasus yang tidak diinginkan, termasuk isu bullying yang pernah terjadi sebelumnya. Rektor USU menekankan pentingnya pembahasan SOP secara mendalam agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Pertemuan ini menjadi momen penting dalam upaya mempererat hubungan kerja sama antara USU dan RSUP H Adam Malik, dan diharapkan hasil diskusi dapat segera ditindaklanjuti untuk meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan di Sumatera Utara.

 

Berita