home icon
search icon
menu icon

USU Perkuat Sistem Pelayanan Laboratorium Lewat Rapat Koordinasi Teknis Bersama Fakultas

Dipublish Pada

22 Agustus 2025

Dipublish Oleh

Sulisintia Harahap

Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global (DIKG) menggelar rapat koordinasi teknis pelayanan laboratorium secara bertahap bersama fakultas. Pertemuan pertama berlangsung pada Selasa (19/8/2025) dengan Fakultas Pertanian, disusul sehari kemudian, Rabu (20/8/2025), bersama Fakultas Farmasi. Kedua rapat ini dilaksanakan di Ruang Rapat EQUITY, Gedung Rektorat USU Lantai 3, dipimpin oleh Wakil Rektor III USU Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Prof. Dr. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, S.Si., M.Si., Apt.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, kepala laboratorium, dosen, serta tenaga kependidikan dari kedua fakultas. Fokus utama rapat adalah pembahasan pengelolaan laboratorium, pengadaan alat, sistem administrasi, hingga pemanfaatan pendapatan untuk mendukung keberlanjutan layanan.

Prof. Poppy menegaskan pentingnya laboratorium sebagai pusat pendidikan dan riset yang harus dikelola dengan profesional. “Laboratorium bukan sekadar tempat praktikum mahasiswa, tetapi juga pusat penelitian dan inovasi. Dengan manajemen yang akuntabel, laboratorium dapat memberikan dampak nyata, baik bagi pengembangan ilmu maupun keberlanjutan universitas,” ujarnya.

Dalam rapat bersama Fakultas Pertanian, salah satu isu yang dibahas adalah pengelolaan 9 laboratorium dengan 51 alat yang saat ini beroperasi. Kepala laboratorium diberi kewenangan untuk membagi serta membelanjakan anggaran sesuai kebutuhan yang disetujui, termasuk pemeliharaan alat, pengadaan bahan habis pakai, serta perbaikan sarana pendukung.

Sementara pada pertemuan dengan Fakultas Farmasi, diskusi menekankan aspek pembiayaan pengadaan alat. Pihak fakultas menyampaikan bahwa dana universitas sebagian besar sudah dialokasikan untuk kebutuhan rutin seperti gas, listrik, dan akreditasi. 

Kedua rapat juga menyepakati bahwa pendapatan dari layanan laboratorium akan diprioritaskan untuk pemeliharaan alat, pembelian spare part, perbaikan utilitas, penyediaan bahan habis pakai, serta penyelenggaraan workshop. Selain itu, sistem digital pengelolaan laboratorium yang sudah disiapkan universitas akan segera diimplementasikan, sehingga pengisian data, pembayaran honor, hingga alokasi biaya utilitas dapat dilakukan lebih transparan dan efisien.

Para peserta rapat dari Fakultas Pertanian maupun Fakultas Farmasi juga menyoroti pentingnya simulasi uji coba sistem sebelum diterapkan penuh. Simulasi awal direncanakan akan dilakukan dengan satu sampel terlebih dahulu, sebelum kemudian diperluas secara menyeluruh.

Dengan adanya koordinasi teknis ini, USU berharap laboratorium di tiap fakultas dapat berfungsi maksimal sebagai sarana pembelajaran, penelitian, sekaligus sumber pendapatan universitas. “Harapan kita, laboratorium bisa dikelola secara profesional, memberi layanan yang bermutu, dan mendukung reputasi USU sebagai universitas riset bereputasi internasional,” pungkas Prof. Poppy.

 

 

 

Berita