home icon
search icon
menu icon

USU Rencanakan Kerja Sama Adjunct Professor dengan Universiti Utara Malaysia

Dipublish Pada

16 Oktober 2024

Dipublish Oleh

Sulisintia Harahap

Universitas Sumatera Utara (USU) mengadakan audiensi dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) dalam rangka membahas potensi kerja sama antar kedua institusi pada Selasa (15/10/2024). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Equity, Gedung Rektorat USU ini dibuka dengan sambutan dan perkenalan dari Arif Nuryawan, S.Hut., M.Si., Ph.D selaku Sekretaris Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global USU.

Arif Nuryawan mempresentasikan profil, visi misi, serta program-program unggulan yang dimiliki USU. Dalam paparannya, Arif Nuryawan menekankan pentingnya penguatan kerja sama internasional untuk mendukung pengembangan akademik dan penelitian di USU.

Dari pihak UUM, audiensi dihadiri oleh beberapa perwakilan penting, termasuk Assoc. Prof. Dr. Johan Afendi Ibrahim sebagai Dekan School of Technology, Human and Environmental Management (STHEM), Dr. Mua'zam bin Mohamad sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Internasional, Assoc. Prof. Dr. Raja Haslinda binti Raja Mohd. Ali sebagai Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Inovasi dari TISSA-UUM, serta Dr. Nor Atikah Binti Shafai yang menjabat sebagai Manajer di Unit BGS.

 

 

 

Assoc. Prof. Dr. Johan Afendi Ibrahim sebagai Dekan School of Technology, Human and Environmental Management (STHEM) juga menyampaikan sambutannya dan memperkenalkan profil universitas mereka. UUM telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi, salah satunya adalah Universitas Ciputra Surabaya, di mana dalam waktu dekat akan dilakukan pertukaran staf akademik antara kedua institusi tersebut. UUM menyampaikan bahwa kegiatan serupa, yakni pertukaran staf, juga dapat menjadi peluang kerja sama dengan USU. “Kami melihat potensi besar untuk melakukan kegiatan pertukaran staf dengan USU seperti yang sudah berjalan dengan Ciputra, dan ini bisa memperluas kolaborasi akademik di masa depan,” ujar Johan.

 

 

 

USU juga menawarkan program lain yang dapat memperkuat hubungan akademik kedua universitas, salah satunya adalah program adjunct professor, di mana dosen atau profesor dari UUM dapat datang ke USU untuk memberikan kuliah dan berbagi pengalaman dengan mahasiswa USU. Kegiatan ini juga dapat membuka peluang untuk penelitian bersama antara dosen USU dan UUM, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas akademik dan menghasilkan output penelitian yang signifikan.

 

 

Salah satu poin diskusi lainnya adalah terkait mekanisme administrasi keuangan dalam program-program internasional. Pihak UUM menjelaskan bahwa mereka sudah tidak lagi menerapkan sistem transfer uang dalam kerja sama akademik, sementara USU masih mewajibkan proses tersebut untuk kepentingan dokumentasi dan audit internal. Kedua pihak sepakat untuk membicarakan lebih lanjut mengenai hal ini agar menemukan solusi yang tepat.

 

 

 

Di akhir audiensi, kedua institusi menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama di masa mendatang. “Kami berharap ini akan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara USU dan UUM di berbagai bidang, termasuk pertukaran staf, penelitian bersama, dan program-program pendidikan lainnya,” ujar Arif Nuryawan. Audiensi ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pengembangan internasional kedua universitas.

 

 

 

 

Berita