home icon
search icon
menu icon

USU Selenggarakan Indonesia Research Summit 2025, Dorong Publikasi Berkualitas dan Kolaborasi Internasional

Dipublish Pada

03 Maret 2025

Dipublish Oleh

Sulisintia Harahap

Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi tuan rumah Indonesia Research Summit 2025 yang bertajuk “Innovating Academic Research: Pathways to Higher Impact Publications, Local Innovations, and Advancing Sustainable Development.” Acara yang berlangsung pada Kamis (27/02/2025) di Digital Learning Center Building Lantai 8, Kampus USU ini menghadirkan berbagai narasumber dari lembaga riset nasional dan internasional guna membahas strategi peningkatan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, serta kolaborasi akademik.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Ruchi Chauhan, Head of Global Marketing Editage, yang menyoroti pentingnya publikasi berkualitas tinggi dalam mengembangkan reputasi akademik global. Ia juga menyoroti komitmen Editage dalam mendukung para peneliti di Indonesia. “Melalui inisiatif Editage, kami berupaya menyediakan layanan yang lebih personal dan strategis bagi akademisi Indonesia dalam meningkatkan kualitas publikasi mereka di jurnal bereputasi internasional,” ujarnya. 

 

 

 

Indonesia Research Summit 2025 menghadirkan dua sesi utama dalam bentuk lokakarya. Workshop pertama, yang mengangkat tema “Pendekatan Desentralisasi untuk Penelitian dan Pengembangan,” menghadirkan tiga narasumber, yaitu Prof. Dr. Agus Haryono, M.Sc. (Deputi Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional), Prof. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D. (Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi), serta Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T. (Direktur Direktorat Internasionalisasi dan Kemitraan Global USU). Sesi yang dimoderatori oleh Prof. Dr. Ir. Fahmi S.T., M.Sc., IPM ini membahas strategi peningkatan kualitas penelitian melalui pendekatan desentralisasi yang memungkinkan perguruan tinggi untuk lebih mandiri dalam mengelola sumber daya riset dan inovasi. 

 

 

Prof. Dr. Agus Haryono, M.Sc., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pendanaan penelitian dan inovasi kini semakin terbuka melalui platform digital. “Melalui portal pendanaan-risnov.brin.go.id, para peneliti dapat mengakses berbagai skema pendanaan yang tersedia untuk mendukung riset dan inovasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

 

Workshop kedua dimoderatori oleh Prof. Dr. Erman Munir M.Sc dan bertajuk “Memperkuat Kolaborasi Internasional melalui Penelitian” menghadirkan para pakar dari berbagai universitas ternama di Indonesia, termasuk Prof. Hery Purnobasuki, M.Si., Ph.D. (Ketua Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual, Universitas Airlangga), Prof. Dr. Sugeng Heri Suseno, S.Pi., M.Si. (Wakil Kepala LPPM Bidang Penelitian, IPB University), Prof. Dr. Techn. Marzuki, S.Si, M.Sc. Eng. (Ketua Lembaga Pengabdian pada Masyarakat, Universitas Andalas), serta perwakilan dari Editage.

Diskusi dalam sesi ini berfokus pada upaya meningkatkan keterlibatan akademisi Indonesia dalam penelitian kolaboratif lintas negara serta strategi untuk meningkatkan daya saing publikasi di jurnal bereputasi internasional.

 

“Penelitian dan pengabdian masyarakat sejatinya memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat daya saing bangsa,” ungkap Prof. Marzuki.

 

Melalui Indonesia Research Summit 2025, USU berharap dapat menjadi penghubung antara akademisi, peneliti, dan industri dalam mempercepat inovasi serta mendorong riset yang berorientasi pada solusi global. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah Indonesia semakin meningkat dan mampu bersaing di tingkat dunia.

 

 

 

Berita